Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Volume 17, Nomor 2, Agustus 2019 Journal homepage: http://iptek.its.ac.id/index.php/jats 27 Evaluasi Kinerja Campuran Beraspal Lapis Aus (AC-WC) dengan Bahan Tambah Limbah Plastik Kresek Iwan Susanto 1* , Nyoman Suaryana 1 Balai Litbang Perkerasan Jalan, Pusat Litbang Jalan & Jembatan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 1 Koresponden*, Email: iwan.susanto@pusjatan.pu.go.id Info Artikel Abstract Diajukan 10 Maret 2019 Diperbaiki 8 Juli 2019 Disetujui 22 Juli 2019 Keywords: deformation, durability, IRI, plastic waste, modulus resilient, stability. Plastic waste is an environment problem that must be resolve. In other side, pavement sector has problem of road destruction. Polymer contained of plastic has potential to be use pavement material. This research aims to find out the performance of asphalt mixtures AC-WC with plastic waste. The experimental methods by testing laboratory and applied was selected method. The result of characteristic test, showed that stability of asphalt mixtures with plastic waste increased from 1100kg to 1400kg-1500kg. Result of durability for asphalt mixtures with plastic waste increased for residual stability value, from 90,54% become 94,70%. The result of deformation resistance test showed that asphalt mixtures with plastic waste was increased of dynamic stability value. The modulus resilient value was decreased at the time of temperature increased and increased after added plastic waste is the characteristic of asphalt mixtures with plastic waste. The effective of plastic waste percentage is 6% from asphalt gravity. Extraction testing showed that mixture of plan and at field is no significant difference. Result of IRI value for pavement condition is obtained <4 and 4-8. Kata kunci: deformasi, durabilitas, IRI, limbah plastik, modulus resilien, stabilitas Abstrak Limbah plastik merupakan permasalahan lingkungan yang harus diatasi. Disisi lain, bidang perkerasan jalan mengalami permasalahan kerusakan jalan. Limbah plastik kresek yang mengandung polimer berpotensi sebagai bahan perkerasan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja campuran beraspal panas AC-WC dengan limbah plastik. Metode eksperimen terpilih, dilakukan dengan pengujian laboratorium serta diaplikasikan di lapangan. Hasil uji karakteristik, menunjukan nilai stabilitas campuran dengan limbah plastik mengalami peningkatan dari 1100kg menjadi 1400kg-1500kg. Hasil uji durabilitas, campuran dengan limbah plastik mengalami peningkatan nilai stabilitas sisa, dari 90,54% menjadi 94,70%. Hasil uji ketahanan deformasi menunjukan campuran beraspal dengan limbah plastik mengalami peningkatan nilai stabilitas dinamis. Nilai modulus resilien turun saat peningkatan temperatur dan meningkat setelah ditambah limbah plastik, merupakan perilaku campuran dengan limbah plastik. Kadar plastik paling efektif adalah 6% dari berat aspal. Hasil uji ektraksi menunjukan antara campuran rencana dan lapangan tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Nilai IRI kondisi perkerasan diperoleh nilai <4 dan 4-8. 1. Pendahuluan Kebutuhan bahan jalan untuk campuran beraspal dan lapis fondasi di seluruh wilayah terus meningkat[1]. Spesi- fikasi umum Bina Marga Tahun 2018 telah mensyaratkan tentang kualitas bahan campuran beraspal, dimana kualitas bahan akan berpengaruh terhadap mutu campuran beraspal- [2]. Rendahnya mutu bahan merupakan salah satu penyebab kerusakan jalan. Hal tersebut ditambah dengan mening- katnya volume lalu lintas, baik dalam hal jumlah, beban, maupun kecepatannya serta kondisi iklim tropis menjadi ala- san lain banyak ditemukannya kerusakan jalan. Berdasarkan beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aspal yang tidak sesuai sering menjadi penyebab terjadinya keru- sakan dini berupa alur, gelombang dan naiknya aspal ke permukaan. Berbagai macam modifikasi untuk mening- katkan mutu aspal telah dilakukan untuk mengatasi perma- salahan tersebut[3] Di sisi lain terdapat permasalahan di sektor lingkungan, yaitu pencemaran baik tanah maupun perairan oleh plastik kresek. Tidak dipungkiri bahwa kantong plastik jenis kresek telah menjadi bagian hidup manusia dan sulit untuk dipisahkan. Plastik kresek merupakan bahan anorganik bu- atan yang tersusun dari bahan-bahan kimia yang cukup berbahaya bagi lingkungan. Sampah plastik sangatlah sulit untuk diuraikan secara alami, untuk menguraikan sampah plastik membutuhkan kurang lebih 80 tahun agar dapat terdegradasi secara sempurna. Oleh karena itu penggunaan