Equilibrium: Jurnal Ekonomi-Manajemen-Akuntansi Volume 16, Nomor 1, April 2020. Hal. 15-21 15 MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN MELALUI KETERIKATAN, BUDAYA ORGANISASI, DAN GAYA KEPEMIMPINAN Sukaris Mayang Putri Prathiwi Budiyono Pristyadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Gresik email: sukaris21@umg.ac.id ABSTRACT The purpose of this research is to examine the influence of employees' attachment, organizational culture, and leadership style on the performance of permanent employees in Koperasi Warga Semen Gresik. This study uses quantitative method with the number of samples of 108 respondents. The data source used is the primary data obtained by spreading the questionnaire. The analytical method used is multiple linear regression tested with IBM Statistics 21. The results showed that, partial test results from employee engagement variables and organizational culture have a significant effect on the performance of employees of Koperasi Warga Semen Gresik, while for leadership style variables have no significant effect on employee performance. Keywords: employee engagement, organizational culture, leadership style, employee performance PENDAHULUAN Era industry 4.0 saat ini telah memberikan perkembangan pada disrupsi digital dalam aktivitas bisnis, sehingga menjadikan perusahaan pada posisi sulit untuk melakukan kontrol pada lingkungan eksternal sehingga situasi menjadi tidak mudah diprediksi, resiko yang sulit di kelola dan juga ketidakpastian. Perusahaan dalam menjalankan usaha baik perusahaan jasa maupun perusahaan manufaktur membutuhkan sumber daya manusia yang berkompeten dan memiliki kontribusi yang baik untuk perusahaan. Perusahaan harus mampu menyusun berbagai macam strategi manajemen untuk mencapai sasaran dan tujuan yang diharapkan. Perusahaan harus memperhatikan faktor eksternal seperti sosial budaya, politik dan persaingan, serta teknologi. Selain dari faktor eksternal, perusahaan juga harus memperhatikan faktor internal dengan maksud untuk mengetahui sejauh mana perusahaan mampu mencapai tujuan yang diharapkan dari seberapa besar perusahaan memenuhi tuntutan lingkungan (Rivai & Sagala, 2011:547). Pada kondisi tersebut perusahaan harus memiliki kecepatan dalam beradaptasi dengan perubahan yang ada sehingga keunggulan, kinerja perusahaan maupun kinerja karyawan dapat terjaga dan meningkat (Sukaris, 2018). Namun demikian sisi positifnya adalah memunculkan tantangan baru juga memberikan sebuah peluang bagi perusahaan untuk membuat konsep manajemen yang efektif- efisien melalui manajemen sumberdaya-manusia (Alkusani & Sukaris, 2019). Sumber daya manusia menjadi aset yang unik bagi perusahaan karena merupakan salah satu aset yang bernyawa dalam menjalankan kegiatan baik manajerial maupun kegiatan operasional perusahaan sehingga memerlukan perhatian khusus agar terciptanya hubungan yang positif antara karyawan dengan perusahaan yang diwujudkan melalui kinerja. Kinerja merupakan hasil yang telah dicapai atau melampaui dari standar yang dilakukan karyawan dalam pekerjaannya berdasarkan apa yang telah ditentukan tersebut. Kinerja karyawan sendiri banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor baik yang berasal dari individu maupun luar individu seperti keterikatan karyawan, budaya organisasi dan juga gaya kempimpinan Handoyo dan Setiawan (2017); Joushan dkk. (2015) ; Bakara dan Suskiswo (2015). Adanya keterikatan karyawan dengan perusahaan dapat menunjukkan seberapa kuat budaya organisasi yang diterapkan dalam koperasi. Nilai dalam budaya organisasi dapat dijadikan sebagai acuan perilaku manusia dalam organisasi