101 BAHASA SUNDA DIALEK PANGANDARAN DI KECAMATAN SIDAMULIH (Kajian Fonologis) Temmy Widyastuti Departemen Pendidikan Bahasa Daerah FPBS UPI Pos-el: temmy.widyastuti@upi.edu Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan variasi bahasa masyarakat dalam satu wilayah bahasa yang bisa mengakibatkan perbedaan pemahaman. Seperti diungkapkan dalam geografi dialek bisa saja hal tersebut dilatarbelakangi oleh lapisan masyarakat berdasar usia, pekerjaan ataupun pendidikan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, dengan observasi, wawancara, kuesioner dan analisis padan. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi kebahasaan masyarakat Pangandaran Kecamatan Sidamulih khususnya dalam kajian fonologi. Hasil dari penelitian ini menjelaskan dialek masyarakat kecamatan Sidamulih Pangandaran yang berkaitan dengan fonologi, yaitu penambahan vokal ataupun konsonan dalam kata yang digunakan dan perbedaan semantis dari variasi bahasa yang digunakan. Kata kunci: dialek, bahasa Sunda, Kecamatan Sidamulih Pangandaran PANGANDARAN SUNDANESE DIALECT IN SIDAMULIH (Phonological Study) Abstract This research is motivated by language variation differences in one area of the language that can lead to differences in understanding. As expressed in the geography of the dialect, it can be caused by the differenciation of the society based on age, occupation or education. The method used is descriptive method, with observation, interview, questionnaire and comparative analysis. The purpose of this study is to obtain a description of the language condition of Pangandaran people in Sidamulih especially in the study of phonology. The results of this study explain the dialect Pangandaran people in Sidamulih that related with phonology. It reveals that there is the addition of vowel or consonant in the word used and the semantic difference of language variation used. Keywords: Dialect, Sundanese Language, Sidamulih Pangandaran PENDAHULUAN Dialek sebagai variasi bahasa dapat dilihat dari beberapa pandangan para ahli seperi Ayatrohaedi (Wahya 2010:4) menjelaskan bahwa dialek adalah sebuah sistem bahasa yang digunakan oleh salah satu masyarakat, yang berbeda dengan masyarakat lainnya dalam rumpun yang sama dengan sistem yang berbeda. Menurut Richard (Wahya 2010:4) dialek yaitu satu variasi bahasa yang digunakan di sebagian negeri (dialek regional atau regiolek) atau masyarakat yang mempunyai kelas sosial (dialek sosial atau sosiolek).