203 Winarto, B : Studi Penyiapan Akar Berkualitas untuk Uji Kromosom Planlet Hasil Kultur Anter ... J. Hort. 23(3):203-217, 2013 Studi Penyiapan Akar Berkualitas untuk Uji Kromosom dan Penggandaan Kromosom Planlet Hasil Kultur Anter Anthurium (Anthurium andraeanum Linden ex Andre) cv. Tropical (Study On Preparing Qualifed Roots Suitable for Chromosome Test and Chromosome Doubling of Plantlet Derived from Anther Culture of Anthurium andraeanum Linden ex Andre cv. Tropical) Winarto, B Balai Penelitian Tanaman Hias, Jl. Raya Ciherang-Pacet, Cianjur 43253 E-mail : budi_winarto67@yahoo.com Naskah diterima tanggal 19 Agustus 2013 dan disetujui untuk diterbitkan tanggal 26 September 2013 ABSTRAK. Pengakaran berkualitas yang sesuai untuk uji kromosom dan penggandaan kromosom merupakan masalah kritikal dalam pengembangan teknologi kultur anter Anthurium. Penelitian bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh media dan arang aktif dalam mempersiapkan akar berkualitas yang sesuai untuk uji kromosom dan (2) pengaruh konsentrasi dan waktu aplikasi kolkisin terhadap keberhasilan penggandaan kromosom. Studi penyiapan akar berualitas dan penggandaan kromosom planlet hasil kultur anter Anthurium telah dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan dan Rumah Kaca, Balai Penelitian Tanaman Hias Segunung dari Bulan Februari sampai September 2009. Pembentukan akar berkualitas yang sesuai untuk uji kromosom dipengaruhi oleh media pengakaran dan penambahan arang aktif. MP-7 [medium Winarto-Teixeira (WT) tanpa hormon yang ditambah 1% arang aktif] merupakan medium induksi pembentukan jumlah dan kualitas akar terbaik dengan 4,5 akar per tunas dan 83% nya ialah akar yang sesuai untuk uji kromosom. MPH-1 [Murashige dan Skoog (MS) yang ditambah 0,2 mg/l N6-benzylaminopurin (BAP) dan 0,02 mg/l asam asetat naftalen (NAA)] merupakan medium pengakaran tunas haploid yang sesuai untuk induksi pembentukan akar hingga 2,5 akar per tunas. Konsentrasi kolkisin 0,25% dengan 7 hari waktu aplikasi dan 0,05% dengan 10 hari periode aplikasi merupakan perlakuan yang sesuai untuk mendapatkan tanaman haploid ganda dengan persentase yang tinggi yaitu 80 dan 76,5% secara berurutan. Ini berarti 19–20 tanaman haploid ganda diperoleh dengan perlakuan tersebut. Hasil penelitian ini sangat bermanfaat terutama dalam mempersiapkan akar berkualitas yang sesuai untuk uji kromosom dan mendapatkan tanaman haploid ganda yang optimal melalui perlakuan kolkisin. Katakunci: Planlet; Penggandaan kromosom; Kultur anter; Anthurium andraeanum Linden ex Andre cv. Tropical ABSTRACT. Obtaining qualifed-rooting and chromosome doubling technique are critical problem in developing anther culture system on Anthurium. The aim of the study were (1) the effect of media and activated charcoal on preparing qualifed roots which suitable for chromosome test, and (2) the effect of concentrations and colchicine application time on successed chromosome doubling. Study on preparing qualifed-roots and chromosome doubling of plantlets derived from anther culture of Anthurium was successfully established. Study was conducted at Tissue Culture Laboratory and Greenhouse of Indonesian Ornamental Crops Research Institute from February until September 2009. Formation of qualifed-roots was infuenced by rooting media and adding of activated- charcoal. MP-7 [Winarto-Teixeira (WT) medium hormone free] with 1% of activated charcoal was the most appropriate medium in inducing qualifed-roots with 4.5 roots per shoot and 83% of qualifed-roots suitable for chromosome testing. MPH-1 [Murashige and Skoog (MS) supplemented with 0.2 mg/l N6-benzylaminopurine (BAP) and 0.02 mg/l α-naphthalene acetic acid (NAA)] was the most suitable rooting medium with 2.5 roots per shoot. Colchicine concentration of 0.25% for 7 days dipping period or 0.05% with 10 days of dipping period were suitable treatments in obtaining high percentage of double-haploid plants with 80.0 and 76.5% respectively. Those mean that 19-20 double haploid plants established from 25 haploid plants treated using these treatment. Results of these studies gave high beneft, especially in preparing qualifed-roots suitable for chromosome testing and establishing double haploid plants via colchicine treatment. Keywords: Plantlet; Chromosome doubling; Anther culture; Anthurium andraeanum Linden ex Andre cv. Tropical Kultur anter merupakan salah satu teknologi kultur in vitro yang diaplikasikan untuk mendapatkan tanaman homozigot dalam waktu yang lebih cepat yang sangat bermanfaat dalam perakitan hibrida unggul baru. Pada tanaman hias, teknik kultur anter telah berhasil dikembangkan pada lili (Han et al. 1997), Cyclamen (Ishizaka 1998), dan bunga matahari (Saji & Sujatha 1998). Sementara pada Anthurium, pengembangan teknologi kultur anter dilakukan sejak tahun 2003 dan berhasil dikembangkan pada 2009 (Winarto & Rachmawati 2007, Winarto 2009). Pengakaran eksplan bukan masalah serius dalam penyiapan planlet Anthurium yang akan diaklimatisasi. Tunas-tunas hasil kultur anter Anthurium mudah diinduksi pengakarannya pada medium Winarto-