113 Vol. 25 No. 2, September 2018 Indrawan, Siregar. Diterima 18 September 2017, Direvisi 17 Juli 2018, Diterima untuk dipublikasikan 05 September 2018. Copyright 2018 Diterbitkan oleh Jurnal Teknik Sipil ITB, ISSN 0853-2982, DOI: 10.5614/jts.2018.25.2.4 Pemodelan Penerapan Terowongan Air (Tunnel) dalam Mengatasi Banjir Akibat Luapan Sungai Deli Ivan Indrawan Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara Jl. Perpustakaan, Kampus USU, Padang Bulan, Medan 20155 E-mail: ivan.indrawan@usu.ac.id, ivanindrawan76@gmail.com Riza Inanda Siregar Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara Jl. Perpustakaan, Kampus USU, Padang Bulan, Medan 20155 E-mail: rizasiregar@usu.ac.id, rizawaloed@yahoo.com ISSN 0853-2982 Abstrak Keterbatasan lahan untuk sistem pengendalian banjir di daerah perkotaan juga menjadi salah satu permasalahan. Berdasarkan hal tersebut, maka akan dianalisis sistem pengendalian banjir akibat meluapnya Sungai Deli dengan terowongan air (tunnel) dari bagian titik banjir Sungai Deli menuju muara Sungai di daerah Belawan. Tujuannya untuk menganalisis daerah genangan banjir dan mengurangi debit aliran dan beban Sungai Deli jika terjadi kenaikan debit air saat intensitas hujan di Kota Medan dan hulu Sungai Deli meningkat. Penerapan terowongan air (tunnel) tersebut sudah dilakukan dibeberapa negara maju untuk menanggulangi banjir perkotaan akibat luapan sungai. Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan analisis penelusuran debit banjir metode Hidrograf Satuan Sintetis kemudian dilakukan pemodelan kondisi Sungai Deli sebelum dan sesudah ada tunnel dengan bantuan software HEC-RAS. Hasil yang diharapkan mampu menjadi salah satu solusi alternatif pengendalian banjir Kota Medan. Luas genangan banjir akibat luapan Sungai Deli untuk debit banjir kala ulang 25 tahun sebesar 3.69 Ha. Daerah yang berpotensi adanya genangan banjir pada 7 Kecamatan, yaitu Kecamatan Medan Johor, Medan Selayang, Medan Kota, Medan Petisah, Medan Maimun, Medan Perjuangan, Medan Barat. Posisi tunnel yang direkomendasikan berada di koordinat 3042’02.00” LU dan 98040’55.55” BT. Alternatif pengendalian banjir yang direkomendasikan adalah alternatif II dengan diameter terowongan air 5 meter. Kata kunci: Banjir, HEC-RAS, Sungai Deli, Terowongan Air, Tunnel. Abstract Limited land for flood control systems in urban areas also becomes one of the problems. It will be analyzed flood control system due to overflow of Deli River with tunnel from the flood point of Deli River to the estuary in Belawan. The objective is to analyze the flooded areas and to reduce the flow and burden flow of the Deli River if there is an increase in water flow when the intensity of rain in Medan and upstream of the Deli River increases. The implementation of tunnels (tunnel) has been done in some developed countries to cope with urban flooding due to river overflow. The method that is done by doing analysis of flood discharge search of Hydrograph Unit Synthetic method then modeled the condition of Deli River before and after there tunnel with the help of HEC-RAS software. Expected results can be one alternative solution to flood control of Medan City. The extent of flood inundation due to overflow of Deli River to flood discharge when re-25 years of 3.69 Ha. Potentially flooded areas in 7 sub-districts, namely Medan Johor District, Selayang Medan, Medan Kota, Medan Petisah, Medan Maimun, Medan Perjuangan, Medan Barat. The recommended tunnel position is in coordinates of 3042'02.00 "LU and 98040'55.55" BT. The recommended alternative flood control is alternative two with the tunnel diameter of 5 meters. Keywords: Deli River,Flood, HEC-RAS, Tunnel Jurnal Teoretis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Jurnal Teoretis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil 1. Pendahuluan Data BNPB sampai dengan 2015 menunjukkan bahwa banjir merupakan bencana alam yang banyak terjadi di Indonesia (BNPB, 2015). Banjir yang terjadi di sungai terjadi ketika alirannya melebihi kapasitas saluran air, terutama di kelokan sungai dan mengakibatkan kerusakan rumah dan bangunan lain yang dibangun di dataran banjir. Berdasarkan permasalahan banjir yang terdapat di Indonesia sebagian besar terjadi akibat meluapnya sungai-sungai besar yang berada dan melalui daerah perkotaan (Gencer et. al, 2013). Misalnya banjir seperti yang terjadi di kota-kota