1 PARADIGMA ILMU PENGETAHUAN Oleh: R. Ahmad Nur Kholis, M.Pd Pendahuluan Paradigma dimaknai sebagai suatu konsep dasar yang dianut oleh suatu komunitas tertentu dan dalam suatu periode tertentu. Pemaknaan ini setidaknya jika kita menyepakati apa yang dijelaskan oleh Jujun S. Suriasumantri (1977). 1 Pemaknaan inilah yang digunakan sebagai definisi operasional di dalam memahami apa yang menjadi pembahasan dari makalah ini. Pembahasan mengenai paradigma ilmu dimulai dengan pemahaman bahwa alam ini Secara hakikat, ilmu didasarkan kepada beberapa asumsi. Di mana, tanpa asumsi ini maka ilmu menjadi tidak dapat dimulai penjelajahannya sama sekali. 2 Asumsi ini penting untuk kita tentukan di dalam rangka pemberian arah bagi penelaahan ilmiah. Ibarat kita akan mengelilingi suatu lingkaran, maka kita harus menentukan dahulu dari titik mana kita akan mengelilinginya. Pembahasan Setidaknya terdapat 3 (tiga) asumsi di dalam kaitannya dengan ilmu dalam memahami alam. Hal ini setidaknya jika kita menyepakati apa yang disampaikan oleh Jujun S. Suriasumantri (1977). 3 Asumsi pertama dalam ilmu adalah bahwa objek ilmu di dalam alam memiliki keserupaan satu sama lain. Dengan asumsi ini maka klasifikasi menjadi mungkin dilakukan untuk mempermudah penelaahan ilmu. Klasifikasi itu sendiri merupakan salah satu metode pertama dalam kajian ontologi ilmu. Asumsi kedua adalah bahwa alam cenderung bersifat konstan dan tidak berubah dalam jangka waktu yang relatif lama. 4 Hal demikian ini memungkinkan ilmu untuk mempelajari kebiasaan alamyang tidak memungkinkan dilakukan jika alam mengalami perubahan setiap waktu yang tidak dapat ditentukan. Asumsi ketiga adalah bahwa alam ini terjadi dalam suatu pola tertentu yang bersifat tetap dengan urutan kejadian yang sama. 5 Asumsi ketiga adalah probabilitas yang menyatakan peluang terjadinya Y jika X dilakukan atau terjadi. 6 Hal ini menyatakan kepada kita bahwa pada dasarnya ilmu berisfat prediktif dengan menyatakan suatu ramalan atau peluang (probabilitas). Secara umum, asumsi ilmu pengetahuan sebagaimana dijelaskan oleh Jujun S. Suriasumantri dapat digambarkan sebagai berikut: Gambar 1: Asumsi-asumsi Ilmu dalam Alam menurut Jujun S. Suriasumantri 1 Jujun S. Suriasumantri, Ilmuwan Kembali Ke Pangkuan Filsafat: Refleksi Seperempat Abad Filsafat Ilmu. Dalam Jujun S. Suriasumantri (ed.), Ilmu dalam Perspektif: Sebuah Kumpulan Karangan tentang Hakikat Ilmu, (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2012), hlm: xvii-xviii 2 Jujun S. Suriasumantri, Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer, (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 2003) 3 Jujun S. Suriasumantri (ed.), Tentang Hakikat Ilmu: Sebuah Pengantar Redaksi, dalam: Jujun S. Suriasumantri (ed.), Ilmu dalam Perspektif: Sebuah Kumpulan Karangan tentang Hakikat Ilmu, (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2012), hlm:9 4 Ibid. 5 Ibid. Hlm: 10 6 Ibid. Hlm:10-11 Alam Keserupaa n (klasifikasi ) Alam yang konstan Gejala yang berpola