EKSPLORASI JENIS-JENIS DIPTEROKARPA POTENSIAL DI KALIMANTAN TENGAH Exploration of Potential Species of Dipterocarps in Central Kalimantan Amiril Saridan & Agus Wahyudi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa Jl. A. Wahab Syahrani No. 68, Sempaja, Samarinda, Kalimantan Timur e-mail: amiril-saridan@yahoo.com; e-mail: agus wahyudi.smd@gmail.com Diterima 13-06-2017, direvisi 28-07-2017, disetujui 31-07-2017 ABSTRAK Kalimantan merupakan pusat sebaran ratusan jenis dipterokarpa yang 60% diantaranya endemik. Banyaknya jenis yang terdapat dalam suku Dipterokarpa dan kurangnya koleksi herbarium sangat menyulitkan dalam identifikasi sampai tingkat jenis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis dipterokarpa yang terdapat di areal IUPHHK-HA PT. Erna Djuliawati Kalimantan Tengah, dengan cara mengumpulkan spesimen herbarium dan mengidentifikasi jenis-jenis tersebut melalui kegiatan eksplorasi. Berdasarkan hasil eksplorasi teridentifikasi sebanyak 36 jenis dipterokarpa dari 102 spesimen herbarium yang terdiri dari 4 marga, yaitu Dipterocarpus (4 jenis), Hopea (3 jenis), Shorea (28 jenis) dan Vatica (1 jenis). Shorea, yang lebih dikenal nama meranti, merupakan marga paling dominan dan paling banyak dimanfaatkan dalam perdagangan kayu. Kegiatan eksplorasi ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang sebaran jenis dipterokarpa untuk mendukung kegiatan konservasi jenis dipterokarpa di masa mendatang. Kata kunci: Dipterokarpa, keragaman, eksplorasi, identifikasi, jenis ABSTRACT Kalimantan is the center of the distribution of hundreds dipterocarp species which 60% of them are endemic. The high variety of dipterocarp species in the forest and the lack of herbarium collections lead to difficulties in doing identification to the species level. This study was aimed to assess species diversity of dipterocarps and to collect herbarium specimens in PT. Erna Djuliawaty concession forest in Central Kalimantan. Based on exploration results, we identified 36 dipterocarp species from 102 herbarium specimens, that consist of 4 genera i.e. Dipterocarpus (4 species), Hopea (3 species), Shorea (28 species) and Vatica (1 species). Shorea, also known as meranti, has the highest diversity of species. Moreover, it is the most widely used and has high commercial value in timber trading. The study on exploration of dipterocarps was expected to provide important information about the distribution of dipterocarps species to support conservation action of these species in the future. Keywords: Dipterocarps, diversity, exploration, identification, species I. PENDAHULUAN Sebagian besar kawasan hutan di wilayah Kalimantan merupakan hutan hujan tropika dataran rendah yang didominasi oleh suku dipterokarpa dari marga Anisoptera, Dryobalanops, Dipterocarpus, Hopea, Parashorea, Shorea, Upuna dan Vatica (Ashton, 1982; Withmore, 1984: Newman et. al., 1999). Di Kalimantan terdapat ± 267 jenis dipterokarpa, dimana 60% diantaranya merupakan jenis endemik (Ashton, 1982). Ciri utama dipterokarpa adalah pohon berukuran sedang hingga besar, berbanir, mempunyai damar, terdapat daun penumpu, daun tunggal selang-seling, tepi daun rata, ujung tangkai daun menebal dan pembungaan berbentuk malai (Ashton, 1982; Newman et. al., 1999; Kessler dan Sidiyasa, 1999). Identifikasi pohon di hutan mudah dilakukan dengan melakukan pengamatan pada batang, daun, bunga dan buah, namun setelah pohon ditebang, maka identifikasi menjadi lebih sulit (Newman et. al., 1999; Khalid et. al., 2008). Beberapa penelitian tentang struktur dan komposisi hutan hujan tropika dataran rendah di Kalimantan telah dilakukan antara lain oleh Kartawinata et al. (1981), Riswan (1987), Suselo dan Riswan (1987), Samsoedin (2009), Sist dan Saridan (1998) dan Susanty (2013) dimana lokasi penelitian ketiganya pada areal hutan di Kalimantan Timur. Sedangkan untuk wilayah Kalimantan Tengah ada beberapa studi antara lain Krisnawati (2003), Brearley (2004), Wilkie et.al. (2004), serta Effendi dan Saridan (2008). Penelitian-penelitian tersebut menyimpulkan bahwa jenis dipterokarpa 23 DOI: http://dx.doi.org/10.20886/jped.2017.3.1.23-32