© 2018 by UPI (Indonesia University of Education) Press in Bandung, West Java, Indonesia
ISSN 2527-3868 (print), 2503-457X (online), and http://ejournal.upi.edu/index.php/mimbardik
113
MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan,
Volume 3(2), September 2018
ANDI SUWIRTA
Pers dan Kritik Sosial pada Masa Orde
Baru: Studi Kasus Pers Mingguan Mahasiswa
Indonesia di Bandung, 1966-1974
ABSTRAKSI: Artikel ini, dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode historis, mengkaji tentang
dinamika politik pada masa-masa awal Orde Baru (1966-1974) di Indonesia, dengan memfokuskan analisis
mengenai pers dan kritik sosial. Studi difokuskan pada mingguan “Mahasiswa Indonesia” di Bandung, yang
bersikap kritis terhadap masalah-masalah yang membelenggu pemerintah Orde Baru pada masa itu. Hasil
kajian menunjukan bahwa fenomena KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) pada masa-masa awal pemerintah
Orde Baru, seperti kedudukan SPRI (Staf Pribadi) Presiden; kasus BULOG (Badan Urusan Logistik); dan
masalah pembangunan TMII (Taman Mini Indonesia Indah) di Jakarta, menjadi “news and views” (berita
dan pandangan) yang kritis dari mingguan “Mahasiswa Indonesia”. Namun, berbagai reaksi tersebut tidak
menggoyahkan kedudukan pemerintah Orde Baru dalam rangka membangun konsolidasi kekuasaan dan
legitimasi pemerintahan. Bahkan pers yang kritis, termasuk mingguan “Mahasiswa Indonesia” di Bandung,
akhirnya dibungkam oleh pemerintah Orde Baru, dan sepertinya rejim ini tidak akan tergoyahkan untuk masa
20 tahunan ke depan.
KATA KUNCI: Pers dan Kritik Sosial; Pemerintah Orde Baru; Mingguan “Mahasiswa Indonesia”; Masalah
Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme.
ABSTRACT: “Press and Social Criticism in the New Order Period: Case Study of Indonesian Student Weekly
in Bandung, 1966-1974”. This article, using a qualitative approach and historical methods, examines the
political dynamics in the early period of the New Order (1966-1974) in Indonesia, by focusing on analysis of
the press and social criticism. The study focused on the weekly of “Indonesian Students” in Bandung, which
were critical towards the problems that bound the New Order government at that time. The results of the
study showed that the phenomena of KKN (Corruption, Collusion, and Nepotism) in the early period of the
New Order government, such as the position of the SPRI (Personal Staf) of the President; BULOG (Logistics
Afairs Agency) case; and the problem of developing of TMII (Beautiful Indonesian Miniature Garden) in
Jakarta, becoming a critical news and views from the weekly of “Indonesian Students”. However, these various
reactions did not destabilize the position of the New Order government in the context to build a consolidation
of government power and legitimacy. Even the critical press, including the weekly of “Indonesian Students” in
Bandung, was fnally silenced by the New Order government, and it seems that this regime will not be deterred
for the next 20 years.
KEY WORD: Press and Social Criticism; New Order Government; “Indonesian Students” Weekly; Problems
of Corruption, Collusion, and Nepotism.
About the Author: Andi Suwirta, M.Hum. adalah Dosen Senior di Departemen Pendidikan Sejarah FPIPS UPI (Fakultas
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Pendidikan Indonesia) di Bandung, Jawa Barat, Indonesia; dan Sekretaris
Jenderal ASPENSI (Asosiasi Sarjana Pendidikan Sejarah Indonesia) Periode 2018-2023. Untuk kepentingan akademik, penulis
bisa dihubungi dengan alamat emel: atriwusidna@gmail.com
Suggested Citation: Suwirta, Andi. (2018). “Pers dan Kritik Sosial pada Masa Orde Baru: Studi Kasus Pers Mingguan Mahasiswa
Indonesia di Bandung, 1966-1974” in MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan, Volume 3(2), September,
pp.113-136. Bandung, Indonesia: UPI [Indonesia University of Education] Press, ISSN 2527-3868 (print) and 2503-457X (online).
Article Timeline: Accepted (December 27, 2017); Revised (May 20, 2018); and Published (September 30, 2018).