Jurnal Penelitian Transportasi Darat, Volume 23, Nomor 1, Juni 2021: 37-54
Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Journal Homepage: http://ojs.balitbanghub.dephub.go.id/index.php/jurnaldarat/index
p-ISSN: 1410-8593 | e-ISSN: 2579-8731
doi: http://dx.doi.org/10.25104/jptd.v23i1.1686
1410-8593| 2579-8731 ©2021 Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Jalan dan Perkeretaapian
Terakreditasi Sinta 2 (Ristekdikti), Nomor: 28/E/KPT/2019 | Artikel ini disebarluaskan di bawah lisensi CC BY-NC-SA 4.0
Penataan Parkir di Badan Jalan Kota Payakumbuh
Ichda Maulidya
1
, Ni Luh Wayan Rita Kurniati
2
, Tania Andari
3
Puslitbang Transportasi Jalan dan Perkeretaapian
Jalan Medan Merdeka Timur No. 5 Jakarta, 10110, Indonesia
1
ichda_maulidya@ymail.com*,
2
wiraluhkurni@gmail.com,
3
andari.t@gmail.com
*Corresponding author
Diterima: 27 Januari 2021, direvisi: 2 Juni 2021, disetujui:18 Juni 2021
ABSTRACT
Arrengement of On Street Parking in Payakumbuh City: The relocation of the Payakumbuh City Hall Office
from Bukik Sibaluik (suburban area) to the new City Hall (downtown area) on Jalan Veteran is alleged to be
one of the causes of congestion in the central business district (CBD) of Payakumbuh City. The existence of
two and four-wheeled vehicle parking activities on the road, the high volume of passing vehicles, and limited
parking space in several Payakumbuh City activity centers are the causes of decreasing the width of effective
traffic lanes especially during morning and evening rush hours. In this study, will be analyzed the need for
parking spaces for cars and motorcycles as well as parking arrangement strategies on the road in Payakumbuh
City using the Parking Space Unit (SRP) analysis. From the research results, it is known that the parking index
on Jalan Jenderal Sudirman is still sufficient, while on Jalan Soekarno-Hatta and Ahmad Yani sections, the
existing parking needs have exceeded normal capacity (IP> 100%). Therefore, the parking arrangement
strategy on the road in Payakumbuh City can be done by moving on street parking to off street parking and
providing parking space around Jalan Jenderal Sudirman, Soekarno - Hatta, and Ahmad Yani according to
the parking requirements for cars of 82 units. parking spaces with a size of 2.50 x 5.00 m and motorcycles of
312 units of parking spaces with a size of 0.75 mx 2.00 m. The alternative parking spaces available are the
former Regent's office with an area of about 1 ha or in the basement of the market in the East Block (1.51 ha
for car parking) and West Block (1.46 ha for motorcycles parking) so as not to disturb the traffic flow.
Keywords: congestion, on street parking, and parking arrangement
ABSTRAK
Pemindahan Kantor Balai Kota Payakumbuh dari Bukik Sibaluik (daerah pinggiran kota) ke Balai Kota baru
(daerah pusat kota) di Jalan Veteran disinyalir sebagai salah satu penyebab kemacetan di kawasan central
business district (CBD) Kota Payakumbuh. Adanya aktivitas perparkiran kendaraan roda dua dan empat di
badan jalan, tingginya volume kendaraan yang melintas, dan keterbatasan ruang parkir pada beberapa pusat
kegiatan Kota Payakumbuh menjadi penyebab penurunan lebar jalur lalu lintas efektif khususnya pada jam
sibuk pagi dan sore hari. Pada penelitian ini, akan dianalisis kebutuhan ruang parkir mobil dan sepeda motor
serta strategi penataan parkir pada badan jalan di Kota Payakumbuh dengan menggunakan analisis Satuan
Ruang Parkir (SRP). Dari hasil penelitian, diketahui bahwa indeks parkir di ruas Jalan Jenderal Sudirman masih
mencukupi, sedangkan di ruas Jalan Soekarno - Hatta dan Ahmad Yani, kebutuhan parkir eksisting telah
melampaui kapasitas normal (IP>100%). Oleh karena itu, maka strategi penataan parkir di badan jalan Kota
Payakumbuh dapat dilakukan dengan memindahkan on street parking ke off street parking serta menyediakan
kantong parkir di sekitar Jalan Jenderal Sudirman, Soekarno – Hatta, dan Ahmad Yani sesuai dengan kebutuhan
parkir untuk mobil sebesar 82 satuan ruang parkir dengan ukuran 2,50 x 5,00 m dan sepeda motor sebesar 312
satuan ruang parkir dengan ukuran 0,75 m x 2,00 m. Alternatif kantong parkir yang tersedia adalah bekas kantor
Bupati dengan luas area sekitar 1 ha atau di basement pasar di Blok Timur (luas 1,51 ha untuk parkir mobil)
dan Blok Barat (luas 1,46 ha untuk parkir sepeda motor) agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.
Kata kunci: kemacetan, parkir di badan jalan, dan penataan parkir
I. Pendahuluan
Secara geografis, Payakumbuh merupakan kota
yang memiliki letak strategis karena berfungsi
sebagai pintu gerbang menuju kota besar
lainnya di Provinsi Sumatra Barat. Selain itu,
karena terletak pada jalur lintasan yang
menghubungkan kota-kota lainnya seperti
Padang, Bukittinggi, Bangkinang, dan
Pekanbaru, Payakumbuh tak jarang menjadi