971 Representasi Matematis Siswa Tuna Rungu dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Elis Dwi Wulandari 1 , Erry Hidayanto 1 , Rustanto Rahardi 1 1 Pendidikan Matematika-Universitas Negeri Malang INFO ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel: Diterima: 07-05-2019 Disetujui: 26-07-2019 Abstract: Mathematical representation is the way of communicating mathematical ideas and problems solutions. Communicating mathematical ideas requires external representation in the form of actions, verbal, symbolic, visual and real objects. This study aims to describe the form of representation of Deaf Students in solving mathematical story problems. The research was conducted by giving types of text questions as well as text and image questions to three DS at Banyuwangi State of Special Need High School. The results of student work analysis found that there are two types of mathematical representations that appear in solving story problems, namely verbal representation indicated by writing words, numbers, letters, sentences and oral and representation of mathematical expressions in the form of symbols and numbers. DS are able to representing, make mathematical symbols, explain in writing or sign language what they think are. Abstrak: Representasi matematis adalah cara mengomunikasikan ide-ide matematis maupun solusi permasalahan. Mengomunikasikan ide-ide matematis diperlukan representasi eksternal berbentuk tindakan, verbal, simbolik, visual dan objek nyata. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk representasi siswa Tuna Rungu dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Penelitian dilakukan dengan memberikan jenis soal teks serta soal teks dan gambar kepada tiga siswa TR di SMALBN Banyuwangi. Hasil analisis pekerjaan siswa ditemukan terdapat dua tipe bentuk representasi matematis yang muncul dalam menyelesaikan soal cerita, yaitu representasi verbal yang ditunjukkan dengan tulisan kata, angka, huruf, kalimat serta lisan dan representasi ekspresi matematis berupa simbol dan angka. Siswa TR mampu merepresentasikan, membuat simbol matematis, menjelaskan dengan tulisan maupun bahasa isyarat apa yang mereka pikirkan. Kata kunci: mathematical representation; mathematical expression; deaf students; representasi matematis; ekspresi matematis; siswa tuna rungu Alamat Korespondensi: Elis Dwi Wulandari Pendidikan Matematika Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5 Malang E-mail: elis.dwi.1703118@students.um.ac.id Cara yang digunakan untuk mengomunikasikan ide-ide matematis maupun solusi dari masalah yang sedang dihadapi merupakan pengertian dari representasi. Dalam NCTM (2000), istilah representasi mangacu pada memproses dan menghasilkan, untuk tindakan menangkap konsep matematika atau hubungan pada beberapa bentuk dan untuk bentuk itu sendiri. Representasi matematis sangat dibutuhkan dalam pemahaman konsep, penyelesaian maslaah matematis dan pengomunikasian ide-ide matematis oleh siswa. Dalam mengomunikasikan ide-ide matematis diperlukan representasi eksternal yang berbentuk tindakan (contextual), verbal, simbolik, visual, dan objek nyata (physical) (NCTM, 2000). Representasi eksternal berfungsi untuk: (1) memberikan informasi kepada guru mengenai bagaimana siswa berpikir tentang konten atau ide matematis, (2) memberikan informasi tentang pola dan kecenderungan siswa, dan (3) alat bantu dalam proses pembelajaran. Representasi siswa berguna untuk menggambarkan, mengomunikasikan objek matematika, menyelesaikan permasalahan dalam matematika dan dengan matematika. Dalam mengonstruksikan pengetahuan, penting jika siswa dapat merepresentasikannya agar dapat diketahui sampai sejauh mana pengetahuan yang mereka miliki. Menurut Boonen (2014), berhasilnya masalah yang terpecahkan oleh siswa, tidak lepas dari peran representasi. Sesuai yang dikemukakan oleh Rahmad (2016) bahwa representasi matematis adalah kunci keberhasilan dalam memahami konsep matematika dan pemecahan masalah. Representasi matematis terdiri dari representasi simbolik dan representasi verbal (Anwar, 2017). Simbol matematis dapat digunakan siswa untuk melakukan serangkaian perhitungan serta memfasilitasi siswa dalam memecahkan masalah, salah satunya memudahkan siswa sehingga dapat merepresentasikan apa yang mereka pikirkan. Bentuk representasi verbal digunakan sesuai dengan apa yang siswa pahami berdasarkan informasi yang diketahui. Representasi verbal dan tulis, dapat membantu para guru dalam memahami cara belajar siswa dan bagaimana menggunakan bahasa matematika (Sealey, 2014). Penelitian terkait pentingnya representasi dalam matematika, antara lain dilakukan oleh Sealey dkk. (2014), Boonen dkk. (2014), Anwar (2017), dan van Garderen (2018). Menurut van Garderen (2018), representasi visual dalam Tersedia secara online http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/ EISSN: 2502-471X DOAJ-SHERPA/RoMEO-Google Scholar-IPI Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 4 Nomor: 7 Bulan Juli Tahun 2019 Halaman: 971978