                  ! "#$%$ Peningkatan Keterampilan Menulis Cerita Pendek Melalui Strategi Area Isi (Studi Kasus Terhadap Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia FBSS UNP) Yasnur Asri Abstract : This research aims at identifying the effectiveness of the use of ‘content area strategy’ in teaching creative writing. Based on the action performed in the class it was found that the content area strategy was able to enhance students’ ability in writing short stories. The effectiveness was recognized from the average scores achieved in writing short stories both in describing the content of the story and the element of the story, and in language use.. Key words: short story, content area strategy PENDAHULUAN Menulis cerita pendek merupakan salah satu pokok bahasan dalam mata kuliah menulis kreatif. Dalam realitas praktiknya, masih banyak kendala yang dihadapi oleh mahasiswa dalam menulis cerpen. Untuk mengatasi kendala itu perlu dicarikan solusi pemecahannya. Salah satu upaya pemecahannya adalah melalui inovasi strategi pembelajaran. Inovasi strategi pembelajaran yang ditawarkan untuk pemecahan masalah itu adalah strategi area isi. Kendala yang sering dihadapi mahasiswa dalam menulis cerpen, antara lain adalah: Pertama, penggarapan unsur fiksional masih sangat lemah. Hal itu antara lain ditandai oleh kekurangjelasan teknik pengaluran. Struktur kejadian dalam cerita, yakni bagian awal, tengah, dan akhir sulit dipahami. Kejadian dalam cerita mengalir begitu saja tanpa pola yang jelas. Perwatakan tokoh- tokohnya diberikan sambil lalu dan terkesan serba kebetulan. Karena pengarang (dalam hal ini mahasiswa yang mengambil mata kuliah menulis kreatif)menggunakan cara naratif langsung, masalah latar cerita luput dari penggarapan. Sudut pandang yang digunakan secara tidak konsisten, akibatnya fokus cerita menjadi kabur. Kondisi demikian akhirnya menyulitkan pemahaman pembaca. Kedua, dihubungkan dengan keterbacaan tekstual, bentuk penggunaan unsur kebahasaan masih tergolong sulit. Penggunaan kalimat yang panjang-panjang menguras konsentrasi pembaca, demikian juga penggunaan kosakata, istilah atau ungkapan tertentu terkesan dipaksakan. Ketiga, wujud gambaran pokok persoalan cerita rekaan (cerkan) banyak yang klise, maksud kurang mendukung realitas objektif yang berlaku di tengah masyarakat sehingga juga mengakibatkan kejenuhan dari pihak pembaca. Keempat, wujud pengembangan terra cerita terkesan tidak utuh. Karena pengarang kurang disiplin terhadap fokus cerita. Cerita dikembangkan begitu saja menjadi penggalan- penggalan kejadian yang sering tidak berhubungan. Rata-rata cerita yang dihasilkan memiliki kesan yang bermacam-macam, bahkan tidak ada fokusnya (Thahar, 2000). Dari sisi proses, berdasarkan realitas atau fakta pembelajaran (perkuliahan di kelas) teridentifikasi bahwa prosedur pembelajaran penulisan cerita cerpen dilaksanakan sebagai berikut. Tahap prapenulisan. Dosen memberikan informasi dengan cara ceramah tentang hakikat, sifat, dan corak cerita pendek. Contoh