JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 2, No.2, (2013) 2337-3520 (2301-928X Print) C-69 AbstrakPada penelitian ini dilakukan sintesis padatan doping Ca 1-x Co x F 2 dengan metode sol gel. Variasi doping untuk (x = 0,025; 0,05; 0,075; 0,1; dan 0,15 mol). Padatan hasil sintesis dikarakterisasi dengan X-Ray Diffraction (XRD). Difraktogram hasil karakterisasi muncul puncak pada 2θ 28,25; 47 dan 55,79°. Hasil menunjukkan bahwa difraktogram cocok dengan data PDF nomor 35-0816 dan menunjukkan telah terbentuk fasa tunggal CaF 2 dan Ca 1-x Co x F 2 dengan sistem kubus. Pergeseran nilai 2θ dan intensitas puncak difraktogram hasil doping merupakan indikasi telah terjadi doping kobalt dalam CaF 2 . Kata Kuncidoping; sol gel; CaF 2 . I. PENDAHULUAN OBALT dalam bidang industri diaplikasikan sebagai katalis pada proses hidrotreating dan desulfurisasi untuk minyak dan gas. Kobalt dalam bentuk kobalt asetat digunakan sebagai katalis homogen untuk produksi asam tereptalik dan dimetiltereptalik yang digunakan dalam industri plastik. Kobalt juga digunakan sebagai katalis untuk produksi alkohol dan aldehid. Aplikasi kobalt dalam berbagai bidang tersebut disebabkan kemampuan kobalt mengalami oksidasi dan reduksi menghasilkan variasi elektron valensi +2, +3. Kobalt memiliki kemampuan membentuk kompleks dengan menerima atom dari molekul lain. Larutan kobalt memiliki kemampuan terpolimerisasi dan terdekomposisi menjadi beberapa ion yang berperan dalam katalisis [4]. Kalsium fluorida juga merupakan material yang memiliki banyak aplikasi, seperti material untuk pembuatan laser, material optik [2]. Kalsium fluorida diaplikasikan sebagai pendukung katalis dan agen fluorinasi dalam reaksi organik [7]. Kalsium fluorida sebagai suatu logam fluorida juga dapat digunakan sebagai katalis asam Lewis. Doping logam terhadap senyawa logam fluorida dapat meningkatkan keasaman Lewis [9]. Jumlah doping maksimum yang efektif meningkatkan keasaman Lewis 15-20% [10]. II. METODOLOGI PENELITIAN A. Sintesis Padatan CaF 2 Sintesis padatan CaF 2 dilakukan dengan mengadopsi metode yang telah dilakukan oleh Murwani dkk. [8], yaitu dengan mereaksikan secara stoikiometri Ca(NO 3 ) 2 •4H 2 O dalam etanol dengan HF hingga terbentuk gel. Gel yang terbentuk diperam (aging), dikeringkan dan dikalsinasi pada suhu 400°C. Padatan Gambar 1. Difraktogram CaF 2 hasil sintesis Ca 1-x Co x F 2 (x = 0,025; 0,05; 0,075; 0,1; dan 0,15 mol) juga disiapkan dengan metode yang sama. Prekursor yang digunakan Ca(NO 3 ) 2 •4H 2 O, Co(NO 3 ) 2 •6H 2 O dan HF. B. Karakterisasi Semua padatan hasil sintesis dikarakterisasi dengan XRD X’pert Philips untuk mengetahui struktur kristal. Sampel padatan ditumbuk halus dan dimasukkan ke dalam sample holder hingga padat dan rata. Kemudian sampel dimasukkan ke dalam difraktometer sinar-X dengan sumber radiasi Cu Kα (λ = 1,54 Å), sudut 2θ antara 20–80°, dan interval 0,05°. Difraktogram yang diperoleh dicocokan dengan standar pada database JCPDS-International Centre of Diffraction Data PCPDFWIN tahun 2001. III. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Sintesis dan Karakterisasi Padatan CaF 2 Pada penelitian ini padatan CaF 2 dibuat dengan metode sol gel. Metode sol gel dipilih karena metode yang cocok untuk menghasilkan material berpori [12]. Pelarut yang cocok untuk metode sol gel yaitu pelarut dari golongan alkohol atau eter [9]. Sintesis dengan metode sol gel diawali dengan pembentukan sol dan reaksi lebih lanjut menghasilkan gel. Gel yang diperoleh dikeringkan dan dikalsinasi pada suhu 400 °C. Padatan CaF 2 hasil sintesis berupa serbuk putih, selanjutnya dikarakterisasi dengan XRD. Difraktogram hasil karakterisasi ditampilkan Gambar 1. Difraktogram tersebut menunjukkan Doping dan Karakterisasi Struktur Padatan Ca 1-x Co x F 2 dengan X-Ray Diffraction Yufita Eftiana dan Irmina Kris Murwani Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 e-mail: irmina@chem.its.ac.id K