JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 1, No. 1, (Sept. 2012) ISSN: 2301-928X C-10 AbstrakPada penelitian ini telah disintesis padatan CaF 2 dan CuO/CaF 2 . Padatan CaF 2 disintesis menggunakan metode sol-gel sedangkan pacatan CuO/CaF 2 disintesis menggunakan metode impregnasi. Semua padatan yang telah disintesis kemudian dikarakterisasi dengan XRD untuk mengetahui strukturnya. Impregnasi CuO pada pendukung CaF 2 dengan variasi loading CuO 2,5; 5; 7,5; 10 dan 15 %w/w ternyata tidak mengubah struktur awal CaF 2 . Seiring dengan bertambahnya loading Cu yang diimpregnasikan pada pendukung CaF 2 , intensitas puncak karakteristik CuO semakin meningkat sedangkan puncak karakterisik dari CaF 2 menurun. Kata Kunci—CuO, CuO/CaF 2 , Impregnasi I. PENDAHULUAN KSIDA tembaga (II) (CuO) merupakan semikonduktor tipe-p dengan bandgap yang sempit, yaitu 1,2 eV. Karakteristik ini sangat menarik dalam bidang elektrokimia dan sifat katalitik [1]. CuO mendapat perhatian yang besar karena dapat diaplikasikan dalam banyak bidang, seperti katalis, sensor gas dan superkonduktor [2]-[4]. CuO mempunyai keuntungan dalam hal struktur yang bervariasi, seperti nanowires, nanoribbons, hollow, dendrites, dandelions, pricky, flowers dan film [5]-[15]. Ada beberapa metode yang dapat digunakan unuk mendapatkan partikel CuO ultrafine, yaitu metode presipitasi [16], freeze-drying [17] dan sol-gel [18]. Selain diaplikasikan pada penggunaan katalis secara tunggal, CuO juga dapat diaplikasikan sebagai katalis dengan didukung oleh suatu pendukung. Xiaoyuan [19] telah berhasil melakukan sintesis dan karakterisasi CuO yang berpendukung CeO 2 dan menyatakan bahwa terdapat kemiripan strukur antara CeO 2 dengan CaF 2 . Menurut Stevenson [20], persenyawaan fluorida memiliki beberapa macam bentuk antara lain bentuk kristal tunggal, keramik dan glass-keramik yang diaplikasikan pada bidang optik. Menurut Quan [21], CaF 2 memiliki beberapa karakterisktik, yaitu permukaan yang luas, kekerasan yang tinggi dan stabilitas termal yang bagus. Berdasarkan karakteristik tersebut, CaF 2 berpotensi digunakan sebagai pendukung. Selain sebagai optik dan pendukung, CaF 2 juga memiliki beberapa aplikasi antara lain pada bidang kesehatan gigi [22] dan antibakterial [23]. Menurut Hai-liang [24], struktur dan keberadaan prekursor suatu logam dalam larutan impregnasi memiliki dampak terhadap sifat fisiknya, seperti difusi komponen logam pada pendukung, interaksi antara logam dengan pendukung selama proses kalsinasi dan struktur-kuantitas-dispersi dari fasa aktif. Zou [25] mengatakan jika suatu padatan hasil impregnasi akan diaplikasikan sebagai katalis, maka perbedaan loading dapat berdampak pada struktur dan pendispersian dari fasa aktif. Selain itu, ada suatu hubungan antara struktur fasa aktif dan aktivitas katalitik [26]. Oleh karena itu, pada penelitian ini perlu dilakukan pengamatan mengenai struktur padatan CuO/CaF 2 dengan loading CuO yang divariasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah loading CuO pada struktur CuO/CaF 2 . II. METODOLOGI PENELITIAN A. Sintesis Pendukung CaF 2 dibuat dengan mengadopsi metode sol-gel yang telah dilakukan oleh Murwani [27]. Ca(NO 3 ) 2 4H 2 O dalam etanol (Merck) direaksikan secara stoikiometri dengan HF (Merck) hingga terbentuk gel dan diperam. Selanjutnya gel disaring, dikeringkan dan dikalsinasi pada suhu 400°C. Sintesis CuO/CaF 2 dilakukan menggunakan metode impregnasi. Padatan CaF 2 dicampur dengan larutan CuCl 2 dan diaduk hingga terbentuk bubur. Bubur lalu dikeringkan dan dikalsinasi pada suhu 400°C. Banyaknya larutan CuCl 2 yang digunakan bergantung pada loading CuO, yaitu 2,5; 5; 7,5; 10 dan 15 %w/w. B. Karakterisasi Semua padatan hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan Difraksi Sinar-X (XRD) X’pert Philips dengan sumber sinar-X Cu-K α dan sudut 2θ 20-80° lalu dicocokkan dengan database JCPDS-Internal Centre of Diffraction Data PCPDFWIN tahun 1997 untuk mengetahui strukturnya. III. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Padatan CaF 2 dan Karakterisasi Padatan CaF 2 disintesis menggunakan metode sol-gel. Metode sol-gel adalah metode yang didasarkan pada hidrolisis dan polimerisasi kondensasi dari prekursor. Reaksi hidrolisis dan polimerisasi yang sempurna dapat diperoleh dari pemilihan pelarut yang tmempunyai titik didih tidak terlalu rendah dan tidak melebihi titik didih dari pelarut air karena air merupakan pelarut dari HF. Oleh karena itu, pada penelitian ini dipilih pelarut etanol. Pemilihan pelarut etanol ini Pengamatan Struktur CuO/CaF 2 dengan Berbagai Loading Cu Citra A.A. Kinanti dan Irmina K. Murwani Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 E-mail: irmina@chem.its.ac.id O