Kiryoku, Volume 2 No 4, 2018 e-ISSN:2581-0960, p-ISSN: 2599-0497 Tersedia online di http://ejournal.undip.ac.id/index.php/kiryoku Copyright @2018, KIRYOKU, e-ISSN:2581-0960p-ISSN: 2599-0497 1 MAKNA VERBA MAJEMUK BAHASA JEPANG ~ KAESU Lina Rosliana, Ida Lailatussoimah Universitas Diponegoro lina.rosliana@live.undip.ac.id Abstract (Title: Semantic Meaning of Japanese Compound Verbs ~kaesu). Compound verbs (fukugoudoushi) are compound words formed from a combination of at least two morphemes that have new grammatical meanings and functions as a verb. Compound verbs in Japanese can be formed from the combination of nouns with verbs (N + V), verbs with verbs (V1 + V2), adjectives with verbs (A + V), and adverbs with verbs (AD + V). The results of the combination structure above can produce diverse meanings. One of the causes is the presence of several verbs forming the back of the elements whose characteristics have many meanings. For example in the verb kaesu. Besides acting as an element forming the back, kaesu can also act as an element forming the front. Kaesu can form many compound verbs with different meanings. The aim of this research is to describe the semantic meaning of compound verbs – kaesu. The data being used are obtained from the website and some online news articles. The data were collected by library study, observation and writing technique. Then, the research data were analyzed using distributional method. The results of the analysis are presented by an informal method which is explained with simple words. Keywords :Japanese Compound Verbs, Compound verbs ~kaesu, Semantic meaning PENDAHULUAN Verba (doushi) adalah kata yang berfungsi sebagai predikat dan mempunyai kegunaan yang berbeda di dalam suatu kalimat. Verba dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa hal. Misalnya, klasifikasi verba berdasarkan bentuk, berdasarkan ada tidaknya kehendak si pelaku, dan berdasarkan aspek. Verba dalam bahasa Jepang termasuk dalam yougen, sehingga dapat mengalami konjugasi. Sementara itu, verba majemuk adalah kata majemuk yang terbentuk dari kombinasi setidaknya dua buah morfem dengan makna leksikal yang memiliki arti dan fungsi gramatikal baru sebagai sebuah verba. Akimoto (2001:89-90) mengklasifikasikan verba majemuk ke dalam empat bentuk kombinasi sebagai berikut. 1. N + V Unsur bagian depan verba majemuk merupakan nomina, sedangkan unsur bagian belakangnya adalah verba. Misalnya, me-zameru ‘terbangun’ 2. V + V Baik unsur bagian depan verba majemuk maupun unsur bagian belakangnya adalah verba, V+V merupakan komposisi verba majemuk yang jumlahnya paling banyak dibanding komposisi yang lain. Misalnya, tobi-tatsu ‘terbang ke udara’ 3. A + V Unsur bagian depan verba majemuk merupakan adjektiva, sedangkan unsur bagian belakangnya adalah verba. Misalnya, waka-gaeru ‘kembali muda’ 4. AD + V Unsur bagian depan verba majemuk merupakan adverbia sedangkan unsur bagian belakangnya adalah verba. Misalnya, kurakura-suru ‘pening’