1 Analisa Kinerja Ad-Hoc On Demand Distance Vector (AODV) Pada Komunikasi VMeS Kamal Syarif 1 , Achmad Affandi 1 , Djoko Suprajitno R 1 Bidang Studi Telekomunikasi Multimedia Jurusan Teknik Elektro-Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Indonesia kmlsyarif@gmail.com Abstrak - VMeS adalah sistem yang terdiri dari jaringan sentral pusat kendali pesan elektronik (control centre/base station), modem radio untuk transmisi data di kanal HF/VHF dan terminal pesan elektronik (mobile station) yang tersebar di kapal-kapal nelayan di bawah 30 GT. Penelitian ini akan disimulasikan bagaimana kinerja routing Ad Hoc On Demand Distance Vector (AODV) terhadap mobile node pada VMeS. Mobile node disini adalah kapal-kapal nelayan. Untuk membuat simulasi jaringan ad hoc pada VMeS digunakan NS2. Dari hasil simulasi dapat ditarik kesimpulan bahwa performansi routing AODV lebih baik dari pada performansi routing algoritma routing yang lain karena data yang diperoleh routing AODV memiliki delay yang lebih kecil serta memiliki throughput dan PDF yang lebih besar. Pada penelitian ini digunakan algoritma routing DSDV dan DSR sebagai pembanding performansi. Tingkat kerapatan node akan mempengaruhi tingkat kesuksesan pengiriman data. Kata Kunci: VMeS, AODV, mobile node, NS2. I. PENDAHULUAN embuatan tugas akhir yang berjudul “Analisa Kinerja Ad-Hoc On Demand Distance Vector (Aodv) Pada Komunikasi VMeS” dilatarbelakangi dengan pengembangan VMeS sebagai sarana komunikasi bagi nelayan untuk berkomunikasi antar nelayan dengan biaya yang terjangkau. VMeS merupakan sistem komunikasi data antar kapal nelayan yang memiliki kelebihan tidak hanya melaporkan informasi posisi kapal tetapi juga informasi berbagai pesan yang dikirimkan ke pusat kendali sehingga membantu nelayan memperoleh informasi dengan biaya yang terjangkau dan sistem yang lebih sederhana. Sebuah routing protocol sangat diperlukan pada proses komunikasi antara beberapa node untuk mengirimkan paket data melalui satu atau beberapa node, protokol routing menentukan rute perjalanan paket data tersebut menuju alamat yang dituju. Saat ini ada dua jenis protokol rute konvensional yakni jenis distance vector dan jenis link state. Kedua jenis protokol rute tersebut umumnya digunakan pada jaringan dengan infrastruktur statis. Perubahan topologi yang sangat dinamis tidak menjadi acuan saat kedua jenis protokol tersebut dibuat. Secara nyata keduanya tidak dapat digunakan pada protokol routing non adaptif untuk keperluan jaringan yang node-nodenya bergerak bebas. Jika node-node bergerak bebas maka akan menyebabkan topologi jaringan berubah. Keadaan ini mengakibatkan jaringan tidak memiliki infrastruktur atau dikenal dengan istilah jaringan ad hoc. Pesan yang dikirim dalam lingkungan jaringan ini akan terjadi antara dua node dalam cakupan transmisi masing-masing. Dan juga secara tidak langsung dihubungkan oleh multiple hop melalui beberapa node perantara jika kedua node itu tidak dapat berhubungan atau berada di luar jangkauannya. Secara garis besar protokol-protokol rute dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori: Terpusat atau tersebar Adaptif atau statis Reaktif atau proaktif atau hybrid Jika kerja protokol rute dilakukan secara terpusat, semua keputusan yang dibuat ditentukan dari titik terpusat, tidak demikian dengan protokol rute terdistribusi, semua node atau titik melakukan kerja sama untuk memutuskan jalur rute pengiriman data. Suatu protokol rute adaptif mungkin P