Vol. 5 No. 1 : Hal. 25-35 WICAKSANA, Jurnal Lingkungan & Pembangunan, Maret 2021 ISSN: 2597-7555 E-ISSN: 2598-987 https://ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/wicaksana 25 KOEKSISTENSI FUNGSI KELEMBAGAAN DALAM PEMANFAATAN SUMBER DAYA UNTUK MEWUJUDKAN DESA WISATA (Studi Di Desa Karangdoro Kecamatan Tegalsari Banyuwangi) Oleh: I Made Suwitra 1 , I Wayan Wesna Astara 2 , AA Gede Oka Wisnumurti 3 , I Ketut Kasta Aryawijaya 4 , Luh Kade Datrini 5 Universitas Warmadewa Denpasar Bali Indonesia Email addres: madesuwitra27@gmail.com Abstrak Penelitian ini bertujuan menggali dan menginventarisasi potensi desa untuk dikembangkan sebagai Daerah Tujuan Wisata (DTW) baru berbasis masyarakat dalam kemasan Desa Wisata dan dikelola secara melembaga dalam konsep koeksistensi. Melalui pola koeksistensi terhadap potensi spiritual dengan potensi sekuler akan diciptakan spirit keseimbangan dalam program pembangunan baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Penelitian ini menganalisis hak pengelolaan potensi desa terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat sebagai desa wisata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan, yaitu penelitian hukum empirik dengan pendekatan perundang-undangan, analitik, kasus, dan pendekatan antropologi hukum. Inovasi pengembangan DTW berbasis potensi desa seperti Pura Amertajati yang dikemas dalam desa wisata dapat berimplikasi pada pemeliharaan dan pelestarian sumber daya alam yang akan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat secara berkelanjutan. Oleh karena itu sejak awal perlu dilakukan penguatan hubungan antar kelembagaan yang ada untuk menghindari persaingan seperti pengempon Pura, warung kuliner, parkir, home stay. Kata Kunci: Pura Amertajati, desa wisata, karangdoro Banyuwangi, sumber daya. 1.Pendahuluan 1.1 Latar belakang masalah Kegiatan ekonomi yang umumnya dikenal hanya mengejar keuntungan materiil, tidak selalu menyisihkan nilai sosial dan budaya, tetapi dapat pula digunakan untuk merangsang pembangunan sosial dan budaya yang sangat diperlukan untuk meningkatkan fungsi sumberdaya baik alam maupun manusianya. Melalui pemaduan tata ekonomi alami dengan ekonomi binaan, akan diperoleh melalui kegiatan ekonomi dapat mempercepat meningkatkan kualitas dan kuantitas sumberdaya di segala bidang. Tata alam yang indah, juga tidak terlepas dari ekosistem nilai sosial, ekonomi, dan budaya alaminya. Semuanya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan hidup manusia, dengan merekayasa agar tetap berdayaguna mengacu pada tata laksana pengendalian kualitas dan kuantitasnya. Desa