Buletin Al-Ribaath 17 (2020) 6-11 Pemanfaatan Batok Kelapa dan Sosialisasi Pembuatan Kerajinan Lampu Hias Pada Masyarakat Desa Sungai Duri 2 Kecamatan Sungai Kunyit - Mempawah a Fuad Ramdhan Ryanto, a Fenni Supriadi Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Pontianak, Indonesia E-mail: fuad_ryanto@unmuhpnk.ac.id (F. R. Ryanto); fennisupriadi@unmuhpnk.ac.id (F. Supriadi) I N F O A R T I K E L A B S T R A K Kata kunci: Kerajinan Lampu Hias; Batok kelapa; Sungai Duri 2. Kerajinan merupakan salah satu hasil karya yang membutuhkan bahan dan kreatifitas dari masyarakat. Bila dibuat semenarik mungkin dapat menarik minat para pembeli secara luas dan dapat memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Salah satunya adalah kerajinan lampu hias dari bahan batok kelapa. Sungai Duri 2 memiliki hasil pertanian Kelapa yang cukup melimpah. Limbah kelapa berupa batok kelapa dapat dibuat menjadi suatu berbagai kerajinan salah satunya lampu hias. Lampu hias batok kelapa tersebut merupakan salah satu kerajinan yang sedang dikembangkan oleh masyarakat Sungai Duri 2 yang selanjutnya akan diproduksi massal, menjadi kerajinan bernilai ekonomis yang tinggi dan dapat menjadi produk khas Sungai Duri 2 yang nantinya diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat di daerah Sungai Duri 2 Kecamatan Sungai Kunyit - Mempawah. 1. Pendahuluan Kerajinan merupakan salah satu karya tangan yang dibuat oleh seseorang yang memiliki tingkat kreatifitas dan berwjiwa seni yang tinggi. Kerajinan harus dibuat semenarik, sekreatif dan seunik mungkin agar dapat menarik minat banyak orang sehingga nantinya dari kerajinan tersebut dapat dijual ke masyarakat sebagai bentuk komoditas khas. Sungai duri 2 kecamatan Sungai Kunyit memiliki bentangan alam dan sumber daya yang melimpah. Dengan luas sekitar 930 Ha, komoditas yang ada di Sungai Kunyit diantaranya ada padi, papaya, kelapa, pisang, sawo, jeruk dan lainnya. Komoditas seperti padi, pisang, papaya, sawo dan jeruk bersifat musiman sehingga warga di Sungai Duri tidak menanam secara luas untuk kelima hasil pertanian tersebut lain halnya dengan kelapa. Kelapa berasal dari Samudera Hindia di sisi Asia yang merupakan salah satu pohon dengan batang tunggal, akar serabut, tebal dan berkayu yang daunnya berupa pelepah menyirip dan dapat tumbuh hingga setinggi 1.000 mdpl dan sekarang sudah tersebar di seluruh daerah tropis. Buah kelapa ini merupakan salah satu hasil pertanian yang sering diperjualbelikan di sekitar sebagai konsumsi sehari-hari dan terkadang dikirim ke Pontianak untuk dijual. Permintaan yang berlimpah terutama saat datangnya bulan Romadhon sebagai minuman untuk berbuka puasa. Terkadang yang dikirimkan ke luar daerah berupa minuman kelapa yang siap dikonsumsi sehingga ketika diolah menjadi minuman, menghasilkan limbah kelapa berupa serabut dan batok kelapa yang juga sangat banyak jumlahnya dan dibuang begitu saja oleh masyarakat. Hal ini justru malah menambah jumlah sampah yang harus dibuang oleh masyarakat di Sungai Duri 2. Berlimpahnya limbah kelapa tersebut sangat disayangkan apabila tidak dimanfaatkan sebagai komoditas yang berharga. Kelapa juga dikenal sebagai tumbuhan serbaguna karena mulai dari batang hingga ke daun semuanya dapat dimanfaatkan. Hal ini lah yang melatarbelakangi pembuatan kreasi dari batok kelapa berupa lampu hias. Kreasi lampu hias dari batok kelapa merupakan salah satu kerajinan dari batok kelapa yang terbilang masih cukup jarang. Kerajinan batok kelapa yang umum biasanya berupa gantungan kunci dan asbak rokok. Sehingga pembuatan kreasi lampu hias dengan batok kelapa dapat menjadi produk yg unik dan salah satu cara pemanfaatan limbah batok kelapa yang memiliki nilai ekonomis dan nantinya diharapkan dapat dijual sehingga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar Sungai Duri 2 serta dampaknya ke lingkungan dapat mengurangi jumlah limbah yang ada. Pembuatan kreasi lampu hias dari batok kelapa ini harus diperkenalkan proses pembuatannya secara lengkap mulai dari awal hingga akhir. Mulai dari memperoleh bahan baku awal hingga ke proses penyelesaian. Oleh karena itu sosialisasi proses pembuatan lampu hias tersebut perlu diperkenalkan ke masyarakat agar masyarakat tahu dan paham mengenai pembuatan tersebut dan dapat mengembangkan sendiri kreasi lampu tersebut menyesuaikan dengan minat dan bakat yang mereka miliki.