Abdimas Umtas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM-Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya Volume: 4 Nomor: 1 E-ISSN: 2614 - 8544 Pendampingan dan Sosialisasi Peran Supervisor Model 4S Dalam Membimbing Perilaku Caring Perawat dan Pelaksanaan Spiritual Care Islam Dewi Mustikaningsih Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Aisyiyah Bandung Email: aning_klw@ymail.com Abstrak Supervisor 4S sebagai model supervisi kepala ruang ke ketua tim dan perawat pelaksana dapat diimplementasikan perannya dalam membimbing perilaku caring perawat dan pelaksanaan spiritual care Islam. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan kepala ruang dan ketua tim dalam melakukan bimbingan perilaku caring perawat dan pelaksanaan spiritual care Islam. Khalayak sasaran pengabdian masyarakat ini adalah kepala ruang dan ketua tim. Pendampingan dan sosialisasi ini dilakukan dengan cara metode ceramah, tanya jawab, diskusi dan demonstrasi yang diikuti oleh 25 orang. Hasil pengabdian masyarakat ini untuk tingkat pengetahuan kepala ruang dan ketua tim sebelum dan sesudah sosialisasi dalam kategori baik (100%) dan untuk aspek sikap pelaksanaan sebelum dan sesudah pendampingan dalam kategori cukup baik (87%). Tingkat pengetahuan dan sikap kepala ruang dan ketua tim setelah diberikan pendampingan dan sosialisasi peran supervisor model 4S sebagian besar baik dalam melakukan supervisi. Kata Kunci: Supervisor 4s, kepala ruang, ketua Tim Abstract The 4S supervisor as a supervisory model for the head of the room to the team leader and the nurse executing his role in guiding the caring behavior of nurses and the implementation of Islamic spiritual care. This community service aims to improve the knowledge and skills of the head of the room and the team leader in guiding nurse caring behavior and implementing Islamic spiritual care. The target audience for this community service is the head of the room and the team leader. This assistance and outreach was carried out by means of lectures, question and answer methods, discussions and demonstrations attended by 25 people. The results of this community service for the level of knowledge of the head of the room and the team leader before and after the socialization were in the good category (100%) and for the aspect of the attitude of the implementation before and after the mentoring was in the quite good category (87%). The level of knowledge and attitudes of the head of the room and the team leader after being given assistance and socialization of the role of the 4S supervisor model are mostly good in conducting supervision. Keywords: Supervisor 4s, head of room, team leader PENDAHULUAN Model supervisi 4S ini diperkenalkan oleh Page dan Wosket dari hasil penelitiannya pada tahun 1995 dan dikembangkan lagi di tahun 2010 dengan model supervisor yang terdiri dari empat (4) strategi, yaitu structure, skills, support dan sustainability. Kegiatan structure dilakukan oleh perawat yang sudah teregistrasi Ners dalam melakukan pengkajian dan asuhan pasien dimana perawat yang dibina sekitar 6-8 orang. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengembangkan pengalaman perawat dalam hal konsultasi, fasilitasi dan assisting. Kegiatan skills dilakukan supervisor untuk meningkatkan keterampilan praktis dalam masalah keperawatan spiritual Islam (contoh: membimbing tayamum, doa, shalat dengan duduk/berbaring, istinja’dsb). Kegiatan support dilakukan dengan tujuan untuk memberikan praktik kebaruan, sharing, kebutuhan-kebutuhan training tertentu yang bernilai kebaruan (contoh: pelatihan SEFT pada pasien paliatif). Kegiatan sustainability bertujuan untuk tetap mempertahankan pengalaman, ketrampilan, nilai-nilai yang telah dianut perawat. Kegiatan ini dilakukan secara kontinu dengan cara mentransfer pengalaman supervisor kepada perawat pelaksana (contoh: supervisor membuat modul tentang berbagai keterampilan teknik dalam