Jurnal Teknologi dan Terapan Bisnis (JTTB) ISSN(P) : 2615-8817 Vol. 2, No. 1, Maret 2019, page. 130-133 ISSN(e) : 2655-5646 130 BUDAYA TIONGHOA PADA RAGAM GAMBAR MOTIF BATIK JAWA- MADURA CHINESE CULTURE IN JAVA-MADURA’S BATIK MOTIFS DRAWING Yongkie Angkawijaya, S 1 , Ira Audia Agustina, S.T., M.Ds. 2 1 DKV Institut Teknologi Kreatif Bina Nusantara Malang 2 Interior Institut Teknologi Kreatif Bina Nusantara Malang Email: 1 yongkie.angkawijaya@binus.edu, 2 ira.agustina@binus.edu Abstract Java-Madura’s batik has a very diverse collections of motif and patterns, whereas every motifs and patterns are having its own ritual and meaning which is a manifestation of Javanese-Maduranese culture’s value. Of the many Javanese patterns and motifs, the author see the resemblance with Chinese’s origi nal patterns and motifs. Based on this phenomenon, this research is conducted to verify how far the influence of Chinese culture in the creations of batik motifs in Java and Madura, and how both Chinese and Javanese cultures are having an impact in the Java and Madura’s batik development. This research is using qualitative-descriptive anlythical methods, with data collecting methods by literature study about historical track of the Chinese culture’s penetration in Indonesia, the origin of batik development in Java, and various motifs and patterns originating from mainland China. This research are expected to share the knowledge about the role of Chinese culture into the evolution of Java- Madura culture, and how far Chinese culture underlying the creations of patterns and motifs found in Javanese-Madura’s batik. Keywords: Chinese’s culture, motif, batik, Java-Madura Abstrak Batik Jawa-Madura memiliki perbendaharaan motif dan pola yang amat beragam, dimana setiap motif dan pola tersebut memiliki ritual dan pemaknaan khusus yang merupakan manifestasi dari nilai-nilai kebudayaan masyarakat Jawa dan Madura itu sendiri. Dari sekian banyak motif dan pola batik Jawa, penulis melihat adanya kesamaan yang cukup signifikan dengan pola dan motif yang berasal dari kebudayaan asli Tionghoa. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk membuktikan seberapa jauh budaya Tionghoa berpengaruh dalam penciptaan motif batik, dan bagaimana kedua kebudayaan tersebut saling mempengaruhi perkembangan batik di Jawa dan Madura. Penelitian ini menggunakan metode analisa kualitiatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur mengenai penelusuran sejarah masuknya kebudayaan Tionghoa di Indonesia, asal-muasal dan perkembangan batik di Jawa, dan ragam motif dan pola yang berasal dari daratan Cina. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai peranan kebudayaan Tionghoa dalam perkembangan kebudayaan Jawa-Madura, serta sejauh mana kebudayaan Tionghoa melandasi penciptaan pola dan motif yang terdapat pada batik Jawa-Madura. Kata kunci: budaya Tionghoa, motif, batik, Jawa-Madura. 1. PENDAHULUAN Batik adalah suatu karya seni hasil budaya masyarakat Jawa yang saat ini diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Lisan Kebudayaan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada 2 Oktober 2009 lalu. Batik sebagai salah satu produk budaya, tentunya tidak pernah lepas dari pengaruh berbagai macam kebudayaan asing yang pernah bersinggungan dengan masyarakat Jawa. Indonesia yang mempunyai ribuan macam produk-produk kebudayaan, namun tidak ada yang lebih membanggakan seorang Warga Negara Indonesia daripada “Batik.” Istilah tersebut telah melekat kuat dalam pemikiran orang-orang Indonesia sebagai pakaian dengan motif atau pola/gambar tribal. Sempat menjadi sengketa kepemilikan/ pengakuan sebagai budaya asli antara Indonesia dan Malaysia, akhirnya pada 2 Oktober 2009 batik telah diakui oleh PBB melalui organisasi The United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (Unesco) sebagai warisan budaya milik Indonesia, melalui perjuangan yang panjang. Pada tanggal yang sama setiap tahunnya, orang-orang Indonesia memakai batik untuk memperingati Hari Batik Nasional.