Journal of Pharmacy and Science Vol. 5, No. 2, (Juli 2020), P-ISSN : 2527-6328, E-ISSN : 2549-3558 55 Artikel Penelitian Achmad Faruk Alrosyidi 1*) , Septiana Kurniasari 1 1 D3 Farmasi, Universitas Islam Madura E-mail: (faruk.alrosyidi@gmail.com ) ABSTRAK Paradigma pelayanan kefarmasian telah berubah orientasinya dari pengelolaan obat menjadi pelayanan yang komprehensif ke pasien. Standar pelayanan farmasi di apotek disusun dalam Permenkes nomor 73 Tahun 2016 sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian di apotek. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Pamekasan dengan tujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian di apotek di daerah Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan teknik survei menggunakan kuisioner. Survei menggunakan kuisioner dengan teknik convenience sampling. Instrumen kuisioner dikembangkan berdasarkan Permenkes nomor 73 tahun 2016. Metode analisis data dilakukan secara deskriptif untuk melihat distribusi pelaksanaan standar pelayanan kefamasian di Kabupaten Pamekasan. Hasil menunjukkan bahwa pengelolaan sediaan farmasi, alkes dan BMHP (Bahan Medis Habis Pakai) di Apotek Pamekasan dilakukan oleh apoteker dan dibantu oleh TTK (Tenaga Teknis Kefarmasian), beberapa kegiatan dilakukan oleh TTK dibawah tanggung jawab apoteker. Dalam pelaksanaan standar pelayanan farmasi klinis, ada beberapa kegiatan yang mayoritas belum dilaksanakan di 40 apotek Pamekasan yaitu dokumentasi pelayanan informasi obat, dokumentasi konseling, Pelayanan Kefarmasian di rumah, dokumentasi pelayanan kefarmasian di rumah, pemantauan Terapi Obat (PTO), dokumentasi pemantauan terapi obat, dan monitoring efek samping obat. Kata kunci: Standar Pelayanan Kefarmasian, Apotek, Pamekasan. The Implementation of Pharmaceutical Service Standard in Pamekasan District in 2020 ABSTRACT The pharmaceutical service paradigm has changed its orientation from drug oriented to patient oriented. Pharmaceutical service standards at the pharmacy are compiled in Permenkes 73th, 2016 as a guideline for pharmacists in carrying out pharmacy services at the pharmacy. This research was conducted in Pamekasan Regency with the aim of finding out the description of the implementation of pharmaceutical service standards in pharmacies in the Pamekasan Regency area. This research is a descriptive study with a survey technique using a questionnaire. The survey used a questionnaire with convenience sampling technique. The instrument of questionnaire was developed based on Permenkes 73th, 2016. The method of data analysis was done descriptively to see the distribution of the implementation of the standard of pharmaceutical services in Pamekasan Regency. The results showed that the management of pharmaceutical preparations, medical devices and consumable medical materials at 40 Pharmacies in Pamekasan was carried out by pharmacists and assisted by pharmacy technicians, some activities carried out by pharmacy technicians under the responsibility of the pharmacist. In the implementation of clinical pharmacy service standards, there were a number of activities which the majority has not been carried out in the Pamekasan. The activities were documentation of drug information services, counseling documentation, home pharmacy care, documentation of home pharmacy care, monitoring of drug therapy, documentation of drug therapy monitoring, and monitoring of drug side effects. Keywords: Standard of pharmaceutical services, pharmacy, Pamekasan. 1. PENDAHULUAN Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien [2]. Paradigma pelayanan kefarmasian saat ini telah berubah orientasinya dari pengelolaan obat (drug oriented) menjadi pelayanan yang komprehensif ke pasien (patient oriented) Pelaksanaan Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek Kabupaten Pamekasan Tahun 2020