JURNAL ILMIAH MAHASISWA PERTANIAN E-ISSN: 2614-6053 P-ISSN: 2615-2878 Volume 5, Nomor 2, Mei 2020 www.jim.unsyiah.ac.id/JFP Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, Volume 5, Nomor 2, Mei 2020 250 Teknologi Ameliorasi dan Pemupukan Tanah Suboptimal serta Hubungannya dengan Serapan Hara, Efisiensi Pemupukan dan Hasil Padi Galur Sikuneng (Amelioration Technology and Suboptimal Soil Fertilization and Its Relationship with Nutrient Uptake, Fertilization Efficiency and Yield of Sikuneng Strain Rice) Sayed Al Qaby Akbar 1 , Hifnalisa 1 , Muyassir 1* 1 Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala * Corresponding author: muyassir@unsyiah.ac.id Abstrak. Tanah suboptimal merupakan lahan yang telah mengalami degradasi atau lahan yang mempunyai tingkat kesuburan yang rendah dan tidak dapat mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bahan amelioran dan dosis pupuk yang tepat terhadap serapan hara, efisiensi pemupukan dan hasil padi galur sikuneng. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dimana perlakuan disusun dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama bahan Amelioran yaitu Gipsum, Biochar dan PIM organik dan faktor kedua dosis pupuk Urea, SP36 dan KCl. Hasil penelitian yang didapat bahan amelioran PIM organik dan biochar dapat meningkatkan serapan hara N dan efisiensi pemupukan hara K padi galur Sikuneng sedangkan perlakuan pemupukan N, P dan K dengan dosis Urea 225 Kg/ha, SP-36 150 Kg/ha dan KCl 150 Kg/ha dapat meningkatkan serapan hara, efisiensi pemupukan dan hasil padi galur Sikuneng, tetapi tidak terdapat interaksi antara amelioran dan pemupukan terhadap serapan hara, efisiensi pemupukan dan hasil tanaman padi galur Sikuneng Kata kunci: Ameliorasi, Pemupukan, Lahan Suboptimal, Serapan Hara, Efisiensi Pemupukan, Hasil Padi. Abstract. Land suboptimal an already degraded land or land that has low fertility levels and can not support an optimal plant growth, This study aimed to obtain ameliorant materials and fertilizers is appropriate to the nutrient uptake, fertilizer efficiency and yield of rice strains Sikuneng. This study used an experimental method in which treatment is established in a randomized block design factorial patterns and repeated 3 times. The first factor Ameliorant material is Gypsum, Biochar and organic PIM and the second dose of urea, SP36 and KCl, Research results obtainedmaterial ameliorant PIM organic and biochar can increase the uptake of N and fertilizer efficiency K nutrient rice strains Sikuneng while treatment for N, P and K at a dose of Urea 225 kg / ha, SP-36 150 kg / ha and KCl 150 kg / ha can improve nutrient uptake, fertilizer efficiency and yield of rice strains Sikuneng, but there is no interaction between ameliorant and fertilizer to nutrient uptake, fertilizer efficiency and yield strains of rice plants Sikuneng . Keywords: Amelioration, Fertilization, Suboptimal soil, Nutrient Uptake, Fertilization Efficiency, Yield of Rice. I. PENDAHULAN Tanah suboptimal didefinisikan sebagai lahan yang telah mengalami degradasi atau lahan yang mempunyai tingkat kesuburan yang rendah dan tidak dapat mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal (Balittanah, 2012). Salah satu jenis tanah suboptimal adalah jenis tanah Ultisol yang memiliki pH yang rendah, miskin unsur hara, kadar bahan organik rendah, kandungan besi dan mangan tinggi serta sering mengandung alumunium yang melampaui batas toleransi tanaman. Tanah juga peka erosi dan efisiensi pemupukan rendah karena N dan K dari pupuk mudah tercuci, sedangkan P akan terfiksasi oleh Fe dan Al (Toha, 2007). Salah Upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki tanah Ultisol yaitu dengan memberikan masukan teknologi diantaranya berupa pemberian amelioran dan pemupukan yang merupakan kunci untuk membenahi tanah tersebut sehingga tanah menjadi media yang baik untuk pengembangan padi (Syahputra, Idwar dan Tabrani, 2016).