Wanastra : Jurnal Bahasa dan Sastra Volume 13 No. 2 September 2021 P-ISSN 2086-6151 E-ISSN 2579-3438 https://doi.org/10.31294/w.v12i1 http://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/wanastra/ 161 Lirik Lagu “7 Rings” Ariana Grande Sebagai Representasi Gaya Hidup Hedonisme dan Konsumerisme: Suatu pemaknaan semiotika Shafwan Nugraha 1 , Yati Heryati 2 , Iwan Adinugroho 3 1,2,3 Universitas Muhammadiyah Mamuju e-mail: 1 shaf1_stiemm@yahoo.co.jp, 2 heryati17@gmail.com, 3 iwankolil@yahoo.com Diterima 15-09-2021 Direvisi 29-09-2021 Disetujui 29-09-2021 Abstrak - Pada 2019 silam, Ariana Grande, salah seorang penyanyi dan bintang pop dari Amerika Serikat merilis lagu berjudul ”7 Rings” yang kemudian menjadi populer dan berada di puncak tangga lagu di berbagai negara. Grande menyebut bahwa lirik lagu tersebut melambangkan persahabatannya bersama ketujuh sahabatnya. Namun begitu, jika dibaca kembali, lirik lagu tersebut justru merepresentasikan gaya hidup masyarakat konsumerisme dan hedonisme. Penelitian ini berusaha mengungkap representasi perilaku konsumerisme dan eskapisme hedonistik tersebut dengan bantuan metode hermeneutika. Penelitian dilaksanakan dengan metodologi deskriptif-kualitatif. Sumber data penelitian adalah lirik lagu ”7 Rings” yang dikomposisi oleh Ariana Grande, dkk. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan bantuan metode semiotika Roland Barthes yang membuat interpretasi berdasarkan pemaknaan denotatif dan konotatif. Hasil analisis memperlihatkan bahwa beberapa kalimat lirik lagu “7 Rings” merupakan representasi perilaku konsumerisme dan hedonisme yang sangat mengagungkan uang dan kekayaan material sebagai sarana memuaskan diri. Meskipun Grande, dkk. menyatakan bahwa lagu tersebut merupakan lambang persahabatan dirinya dengan sahabatnya yang ikut menulis lirik, pada akhirnya para penyimak lagu tersebut juga menyadari bahwa lirik lagu tersebut tidak lebih dari narsisme materialistik yang mengagungkan kekayaan diri sendiri sebagai upaya menghibur diri. Adanya perbedaan interpretasi lirik ini memperlihatkan bahwa petanda dari pembacaan konotatif tidak terikat pada satu interpretasi melainkan bisa berbeda. Abstract - In 2019, Ariana Grande, a singer and pop star from the United States released a song called "7 Rings" which later became popular and topped the charts in various countries. Grande said that the lyrics of the song symbolize her friendship with her seven best friends. However, after reading the lyric using semiotics, it actually can be considered as representation of the lifestyle of the consumerist and hedonistic society. This research tries to reveal the representation of consumerism behavior and hedonistic escapism with the help of hermeneutic methods. The research was carried out with a descriptive-qualitative methodology. The research data source is the lyrics of the song "7 Rings" which was composed by Ariana Grande, et al. The data obtained were then analyzed with the help of Roland Barthes' semiotic method which makes interpretations based on denotative and connotative meanings. The results of the analysis show that some of the lyrics of the song "7 Rings" are a representation of consumerism and hedonism behavior that highly exalts money and material wealth as a means of satisfying oneself. Although Grande, et al. stating that the song is a symbol of his friendship with his best friend who co-wrote the lyrics, in the end the listeners of the song also realized that the lyrics of the song were nothing more than materialistic narcissism that glorified one's own wealth as an effort to entertain themselves. The existence of different interpretations of the lyrics shows that the sign of connotative reading is not tied to one interpretation but can be different. Kata kunci: hedonisme, konsumerisme, ariana grande, lagu pop PENDAHULUAN Sejak lama musik adalah sebuah produk budaya yang begitu lekat dengan kehidupan manusia. Di hampir setiap kebudayaan dapat ditemukan musik. Keeratan hubungan itu tentu tidak lepas dari fakta bahwa musik merupakan salah satu bentuk seni yang diciptakan manusia. Oleh karena begitu beragamnya kebudayaan manusia, beragam pula ragam musik yang bisa ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Di masyarakat saat ini, karya seni musik beragam jenisnya. Namun salah satu yang eksistensinya sangat populer adalah musik pop. Musik pop di masyarakat biasanya ditemukan dalam bentuk lagu pop, yaitu ragam musik pop yang diiringi lirik. Secara sekilas lagu populer seringkali dianggap sebagai sebuah karya seni yang bersifat menghibur (Sulastianto et al., 2006). Adorno (dalam Barker, 2016:47) bahkan menyebut musik pop sebagai sebuah musik yang sekadar dipoles, miskin orisinalitas, dan tidak membutuhkan kemampuan