PALITA: Journal of Social-Religion Research
Oktober 2017, Vol.2, No.2, hal.119-128
ISSN(P): 2527-3744; ISSN(E):2527-3752
©2017 LP2M IAIN Palopo. http://ejournal-iainpalopo.ac.id/palita
DOI: http://dx.doi.org/10.24256/pal.v2i2.524
Vol.2 No.2 Oktober 2017
DAKWAH YANG BERLITERASI MEDIA:
UPAYA DERADIKALISASI DI LINGKUP KAMPUS
IAIN KENDARI
Sri Hadijah Arnus
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari
E-mail: hadijaharnus@gmail.com
Abstract
The new media era is a time when every individual has a virtual community other than their
community in the real world. The high interactivity of social media and its decentralized nature
allows for the enormous flow of information that inflicts social media users. This of course can
have a positive impact, but it can also bring a negative effect. To counteract the negative effects
of social media, media literacy is needed, in this case for students. Media literacy is done to form
a filter on students, in the face of negative exposure in social media that can give effect to the
formation of a stereotype of a person against a particular ethnic or religious groups, as well as
information charged with radicalism. It is deemed necessary to see IAIN Kendari students who
have very diverse ethnic backgrounds and different organizational backgrounds of different
groups, thus affecting the difference of individuals in making decisions or in dealing with various
forms of information from social media. Media literacy is done through the way of da'wah is to
provide understanding to the students how the media to construct a message that is combined
with messages that contain knowledge about Islam. This paper will describe the media literacy
model for IAIN Kendari students with the form of da'wah which aims to counteract the
understanding of radicalism obtained through social media, for IAIN students Kendari.
Keywords : da'wah, deradicalism, media literacy, social media
Abstrak
Era media baru merupakan masa dimana setiap individu memiliki komunitas maya selain
komunitasnya di dunia nyata. Tingginya interaktivitas pada media sosial dan sifatnya yang
desentralized memungkinkan besarnya arus informasi yang menerpa pengguna media sosial.
Hal tersebut tentu saja dapat memberikan dampak positif, akan tetapi dapat pula membawa
pengaruh yang negatif. Untuk menangkal pengaruh negatif dari media sosial, diperlukan
adanya literasi media, dalam hal ini bagi mahasiswa. Literasi media ini dilakukan untuk
membentuk filter pada mahasiswa, dalam menghadapi terpaan negatif di media sosial yang
dapat memberikan pengaruh terhadap terbentuknya stereotipe seseorang terhadap kelompok
etnis atau agama tertentu, serta informasi yang bermuatan paham radikalisme. Hal ini
dipandang perlu melihat mahasiswa IAIN Kendari yang memiliki latar belakang etnis yang
sangat beragam dan latar belakang afiliasi kelompok organisasi yang bebeda-beda, sehingga
berdampak kepada berbedanya setiap individu dalam mengambil keputusan ataupun dalam
menyikapi berbagai bentuk informasi dari media sosial yang menerpanya. Literasi media
dilakukan melalui jalan dakwah yaitu memberikan pemahaman kepada mahasiswa bagaimana
media melakukan konstruksi pesannya yang dipadukan dengan pesan-pesan yang bermuatan
pengetahuan seputar Islam. Tulisan ini akan mendeskripsikan model literasi media untuk
mahasiswa IAIN Kendari dengan bentuk dakwah yang bertujuan untuk menangkal paham
radikalisme yang didapatkan melalui media sosial, untuk mahasiswa IAIN Kendari.
Kata Kunci: dakwah, literasi media, deradikalisme, media sosial