Jurnal Atomik, 2019, 04 (2) hal 59-63 59 HIDROLISIS ENZIMATIK MENGGUNAKAN Saccharomyces cerevisiae PADA PRODUKSI ETANOL DARI KULIT PISANG MULI (Musa acuminata Linn) ENZYMATIC HYDROLYSIS WITH Saccharomyces cerevisiae FOR ETHANOL PRODUCTION FROM MULI BANANA PEEL (Musa acuminata Linn) Faisal Reja Julianto*, Rudi Kartika, Ritbey Ruga Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman Jalan Barong Tongkok No. 4 Kampus Gunung Kelua, Samarinda, 75123, Indonesia *E-mail: faisalrejajulianto@gmail.com Received: 10 April 2019, Accepted: 25 July 2019 ABSTRACT Ethanol production from starch of muli banana peel by enzymatic hydrolysis with the addition of gelatin as a fermentation nutrient for Saccharomyces cerevisiae was done. This research consists of hydrolysis, fermentation, distillation and testing carried out by Gas Chromatography. This research was conducted to determine the optimal time and the optimum nutrient concentration, that can be seen that the optimum time at 7 days and the optimum nutrient concenctration in addition of 2% nutrient with ethanol concentration of 36.344%. Keywords: Muli Banana Peel, Saccharomyces cerevisiae, Gelatin, Ethanol PENDAHULUAN Seiring berkembanganya teknologi, penggunaan alat-alat teknologi yang menggunakan bahan bakar minyak akan semakin meningkatkan penggunaan bahan bakar minyak. Hal tersebut dapat menjadi salah satu penyebab ketersediaan minyak bumi semakin menipis dan menaikkan harga minyak bumi. Oleh sebab itu, diperlukan sumber energi alternatif pengganti minyak bumi, seperti bioetanol. Bioetanol adalah etanol yang dapat dihasilkan dari biomassa yang didalamnya terdapat kandungan selulosa atau pati yang dapat dirubah menjadi etanol. Etanol sangat banyak digunakan dalam bidang industri sebagai bahan baku farmasi dan kosmetika [1]. Kulit pisang adalah salah satu contoh biomassa yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan etanol. Kulit pisang merupakan limbah organik tetapi dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan etanol karena memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi sekitar 18,5% [2]. Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang pembuatan etanol dari kulit pisang muli (Musa acuminata Linn) secara hidrolisis enzimatis dengan penambahan gelatin sebagai nutrisi fermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae. METODOLOGI PENELITIAN Alat Alat-alat yang digunakan pada penelitian ini antara lain alat gelas labu Erlenmeyer, gelas kimia, gelas ukur, labu takar, corong kaca, pipet tetes, tabung reaksi, serta peralatan lain seperti hotplate, neraca, ose, bunsen, termometer, rangkaian alat destil, oven dan wadah fermentasi. Instrumen yang digunakan adalah Kromatografi Gas (GC), tipe 17A 2010, merek Shimadzu. Bahan Bahan-bahan yang digunakan pada penelitian ini antara lain tepung kulit pisang, alfa-amilase, gluko-amilase, NaOH 0,1 N, alumunium foil, aquadest, Saccharomyces cerevisiae, Potato Dextrose Agar (PDA), HCl 0,1 N, kertas saring dan gelatin. Prosedur Penelitian Persiapan mikroba Saccharomyces cerevisiae Pembuatan media agar Potato dextrose agar (PDA) diambil sebanyak 9,75 g dilarutkan dalam 250 mL aquadest. Campuran diaduk dan dipanaskan hingga larut. Dimasukkan campuran tersebut kedalam autoclave pada suhu 121 o C selama 15 menit. Setelah itu didiamkan hingga dingin pada suhu kamar lalu dimasukkan dalam lemari pendingin.