| Program Studi Arsitektur Universitas Pandanaran | kolaborasi_jurnal@unpand.ac.id 36 KOLABORASI Jurnal Arsitektur – Vol. 1, No.2, November 2021 p-ISSN2808-2435; e-ISSN2808-2427 IDENTIFIKASI KELAYAKAN OBYEK WISATA ALAM DENGAN PENDEKATAN 4A (ATTRACTION, AMENITY, ACCESIBILITY, DAN ANCILLIARY) Ibnu Setyo Yuliardi 1 , Anityas Dian Susanti 2 , Ratri Septana Saraswati 3 Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Pandanaran Semarang 12 Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas PGRI Semarang 3 ibnusyardi@gmail.com 1 tyas@unpand.ac.id 2 ratriseptiana@upgris.ac.id 3 Abstract One of the crucial sectors in order to encourage the national economy is tourism. So for that the Indonesian government is currently serious about dealing with the problem of tourism potential in this country. Indonesia has the potential for tourism objects that are so large because Indonesia is a maritime country and an archipelagic country. Kabupaten Semarang saves a lot of tourist charms including natural charms that are still natural and also amazing, and there are still many people or tourists and tourism investors who do not know about the potential of tourism objects in Semarang Regency, one of which is natural tourism. The development of the tourism industry in Kabupaten Semarang has a great impact on regional development in the tourism object area, so that it can be said to be a "Superior Industry" that can improve the regional economy. Because there is quite a lot of tourism potential in Semarang Regency, a study was conducted to identify the feasibility of existing tourism potential in Semarang Regency with the 4A approach method, namely Attraction, Amenity, Accessibility, and Ancilliary. Although the development of tourism in Semarang Regency has not developed optimally, there are tourist destinations that are very popular with tourists to visit such as Lawe & Benowo Waterfalls Ungaran, Semirang Ungaran Waterfall, and Ngipik Pass Ungaran. Keywords: Tourism, Kabupaten Semarang, Waterfall, 4A, Curug Lawe & Benowo, Curug Semirang, Ngipik Pass Abstrak Salah satu sektor krusial dalam rangka mendorong perekonomian nasional yaitu Pariwisata. Maka untuk itu pemerintah Indonesia saat ini serius menangani masalah potensi pariwisata yang ada di negara ini. Indonesia mempunyai potensi obyek pariwisata yang begitu besar karena indonesia merupakan sebuah negara maritim dan negara kepulauan. Kabupaten semarang menyimpan banyak pesona wisata meliputi pesona alam yang masih alami dan juga menakjubkan, dan masih banyak masyarakat atau wisatawan dan investor pariwisata yang belum tahu akan potensi obyek wisata yang ada di Kabupaten Semarang salah satunya yaitu wisata alam. Pengembangan industri pariwisata di Kabupaten Semarang mempunyai dampak yang besar bagi perkembangan wilayah di area obyek wisata tersebut, sehingga dapat dikatakan sebagai “Industry Unggulan” yang bisa meningkatkan ekonomi daerah. Karena potensi wisata di Kabupaten Semarang cukup banyak, maka diadakan penelitian untuk mengidentifikasi kelayakan potensi wisata yang ada di Kabupaten semarang dengan metode pendekatan 4A yaitu Attraction (Daya tarik), Amenity (Fasilitas), Accessibility (Aksesibilitas), dan Ancilliary (Lembaga pelayanan). Walaupun perkembangan pariwisata yang ada di Kabupaten Semarang belum berkembang dengan optimal, namun ada tujuan wisata yang sangat digemari wisatawan untuk berkunjung seperti Curug Lawe & Benowo Ungaran, Curug Semirang Ungaran, dan Ngipik Pass Ungaran Kata kunci: Pariwisata, Kabupaten Semarang, Curug, 4A , Curug Lawe & Benowo, Curug Semirang, Ngipik Pass