LITERASI VISUAL SEBAGAI UPAYA PEMAHAMAN PERAN PENDIDIKAN UNTUK SENI RUPA LOKAL DI INDONESIA Muhammad Muhaemin 1 , Pangeran Paita Yunus 2 Pendidikan Seni Rupa, Universitas Negeri Makassar 1 email: m.muhaemin@unm.ac.id 2 email: pangeranpaita@unm.ac.id Abstract Pada masa modern seperti sekarang ini literasi visual merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap orang untuk dapat memahami dengan utuh segala bentuk visual yang ada di sekelilingnya. Literasi visual memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk menganalisis tanda visual baik itu simbol, gambar, warna, diagram, dan pengorganisasian struktur tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai peran literasi visual dalam pendidikan seni rupa khususnya seni rupa lokal di Indonesia. Studi terhadap literasi visual dan seni rupa lokal menggunakan pendekatan kualitatif untuk melihat cara pandang literasi visual dalam mengenalkan seni rupa lokal melalui visual thinking, visual learning dan visual communication. Literasi visual diharapkan mampu memberikan penguatan terhadap seni rupa lokal agar tidak hilang di tengah kemajuan teknologi. Keywords: Literasi visual; pendidikan seni rupa; seni rupa lokal 1. PENDAHULUAN Dewasa ini pembuatan dan penafsiran gambar ataupun video di sekitar kita memerlukan tingkat literasi yang baik. Sebuah organisasi di Amerika yang disebut International Visual Literacy Association (IVLA) sangat konsentrasi terhadap pemahaman literasi visual yang terjadi beberapa tahun belakangan, tujuan utamanya yaitu memberikan gambaran berupa kemampuan yang harus dimiliki agar dapat menafsirkan merancang, memproduksi, dan menjadikan gambar sebagai sumber utama dalam budaya visual (Felten, 2008). Mereka menunjukkan bahwa jenis gambar visual akan mewakili makna, ide dan perasaan dan seringkali menjadi sesuatu yang kompleks disertai kata-kata, suara dan gerakan. Dalam konteks keindonesiaan, literasi visual belum dikenal lebih dekat, berbeda dengan istilah semiotika dan semantika. Jika dilihat dengan seksama, persoalan seni rupa lokal tidak hanya menjadi persoalan membaca dan membuat tanda, tetapi juga persoalan bagaimana memahamkan tanda tersebut dalam kebudayaan kontemporer. Hal tersebut sangat dekat jika dimulai dari dunia pendidikan dengan mengedepankan pemahaman literasi visual yang akan dibahas selanjutnya. Tujuan utama literasi visual disinggungkan dengan dunia pendidikan dan seni rupa lokal karena pendidikan adalah gerbang penanaman pemahaman yang utama sejak dini sedangkan seni rupa lokal adalah seni tradisi yang menjadi perhatian negara khususnya dalam Undang-undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya dalam pasal 2 disebutkan bahwa benda cagar budaya adalah benda alam dan/atau benda buatan manusia, baik bergerak maupun tidak bergerak, berupa kesatuan atau kelompok, atau bagian- bagiannya, atau sisa-sisanya yang memiliki hubungan erat dengan kebudayaan dan sejarah perkembangan manusia. 2. METODE Melalui uraian di atas maka pendekatan kualitatif diharapkan memberikan kesempatan untuk mengkaji peran literasi visual sebagai jembatan pemahaman terhadap seni rupa lokal dalam melihat pendidikan di indonesia.