504 Efektivitas Media Audio-Visual Berbasis Example Non Example terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Dian Ristiani Sabat 1 , Yes L. Malaikosa 1 1 Dosen Pendidikan Biologi STKIP SoE—NTT INFO ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel: Diterima: 23-03-2018 Disetujui: 23-04-2018 Abstract: This study aims to determine the effectiveness of audio-visual media based example non example on the ability of critical thinking Student of Biology Education Studies Program STKIP Soe. This research uses experimental approach, by conducting trials in two experimental classes and group selection is done by purposive sampling. This study can also compare with Class A and Class B on pre- and posttest one-group pretest-treated conditions. Based on the Independent T-Test test of pretest and posttest value, t-count shows 5,185 with p <0.05 so it can be concluded that the difference of pretest and posttest value hence experiment class has significantly improvement compared to control class. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media audio-visual berbasis example non example terhadap kemampuan berpikir kritis Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Soe. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen, dengan melakukan uji coba pada dua kelas eksperimen dan pemilihan kelompok dilakukan secara purposive sampling. Penelitian ini juga dapat membandingkan dengan antara kelas A dan Kelas B pada keadaan sebelum dan sesudah diberi perlakuan one- group pretest-posttest. Berdasarkan uji Independent T- Test nilai pretest dan postest, t-hitung menunjukkan 5.185 dengan p<0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa perbedaan nilai pretest dan postest maka kelas eksperimen memiliki peningkatan secara signifikan dibandingkan dengan kelas kontrol. Kata kunci: audio-visual media; example non example; critical thinking skills; media audio-visual; example non example; kemampuan berpikir kritis Alamat Korespondensi: Dian Ristiani Sabat Pendidikan Biologi STKIP SoE—NTT Jalan Badak No. 5a-Lokasi 2 SMK Negeri 1 SoE, Kab. Timor Tengah Selatan (TTS), NTT 85511 E-mail: selea.tse@gmail.com Pendidikan adalah kegiatan secara sadar manusia dan terencana yang dapat mencapai suatu kesejahteraan pribadi dalam bentuk pengetahuan dan etika. Pendidikan dianggap sebagai tempat terbaik untuk mempersiapkan agen perubahan bangsa yang akan membawa kesejahteraan bagi orang lain (Rokhman, Hum, Syaifudin, & Yuliati, 2014). Pengalaman merupakan salah satu sumber belajar mahasiswa yang diperoleh secara langsung oleh setiap individu, dalam memahami dan mengerti pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas. Kegiatan akademis yang berlangsung di Perguruan Tinggi pastilah berbeda cara belajar dan mengajar satu dengan yang lainnya. Hal ini disebabkan karena banyak dosen mengaplikasikan cara belajar mereka, dengan model dan metode yang berbeda-beda, sesuai dengan kondisi daerah masing-masing. Masalah yang dihadapi adalah ukuran bagaimana dosen mengajar dengan baik ( Teacher Centered Learning), tetapi bagaimana bagaimana mahasiswa dapat belajar dengan baik dan berkelanjutan (Student Centered Learning). Untuk itu, perlu adanya solusi yang tepat dalam menghadapi permasalahan tersebut. Dosen adalah pendidik profesional dan memiliki peran bukan hanya sebagai pengajar saja, tetapi sebagai seorang motivator, mediator, dan fasilitator (Roudhotul, Erviyenni, & Linda, 2016). Sebagai motivator seorang dosen dituntut untuk dapat memotivasi mahasiswa agar bersemangat dalam pembelajaran. Sebagai mediator, seorang dosen juga hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang media pendidikan yang baik, misalnya model, pendekatan, dan metode yang tepat untuk disesuaikan dengan materi matakuliah. Dosen juga berperan sebagai fasilitator yang dapat menyediakan fasilitas dan lingkungan belajar yang nyaman. Oleh karena itu, diperlukan kerjasama antara dosen dan mahasiswa agar kegiatan pembelajaran dapat mencapai kompetensi yang diharapkan. Keterbatasan alat yang digunakan, keterampilan yang dimiliki, waktu yang singkat dan kompleksitas generalisasi, merupakan keterbatasan percobaan mahasiswa yang menunjukkan hal yang hebat kalau mahasiswa bisa menghasilkan prinsip secara teoritis (Nuswowati, Binadja, Efti, & Ifada, 2010). Keterbatasan ini akan menyebabkan mahasiswa kurang memahami prinsip dan dasar teori yang mendukung dalam aktivitas pembelajarannya. Permasalahan utama yang dihadapi oleh mahasiswa Tersedia secara online http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/ EISSN: 2502-471X DOAJ-SHERPA/RoMEO-Google Scholar-IPI Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 3 Nomor: 4 Bulan April Tahun 2018 Halaman: 504—512