13 Volume 2/Nomor1 Juli – Desember 2019 E-ISSN 2656-050X Program Studi Ilmu Komunikasi FISIPUPN Veteran Jakarta ANALISIS KARAKTERISTIK KOMEDI PADA KUIS WAKTU INDONESIA BERCANDA NET-TV Freddy Yusanto, Velinda Cahyanisa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Telkom Bandung fredyusanto@gmail.com, Abstract The lies spread by the media has been packaged to resemble the real facts, which means that the technological sophistication makes a few journalists present news and false information to the public. Attempts to package an information media in such a way as to influence public opinion. Therefore, this research focuses on the content of the program commodification Metro TV that talk about Two Sides. This program is taken considering Rating Share for considering this program menggantikian Mata Najwa considerable interest. Controversy arose because of false news which is currently traded for growing seeds of hatred. So that this research approach using narrative approach to determine the content of manufacturing in practice the contents commodification talk about Two Sides Metro TV. Keywords: narrative talkshow, komodofikasi content, talkshow program. A. Pendahuluan Srimulat adalah salah satu ikon komedi di Indonesia yang muncul di pertengahan era 1980-1990. Srimulat terkenal dengan gaya lawakanslapstic, dengan menonjolkan karakter khas masing-masing pemain. Lawakan dengan gaya ini cukup mudah diterima oleh penonton karena kelucuan yang ditampilkan mudah dipahami. Namun gaya lawakan slapstic seperti ini kurang memberikan edukasi kepada penonton. Konsep program komedi pun terus mengalami perubahan, dari sederhana hingga yang kompleks. Tahun 80an, program komedi masih diposisikan sebagai konten ‘intermezzo’ dalam sebuah program. Salah satu program acara pada saat itu adalah Aneka Ria Safari, yang ditayangkan di awal tahun 80an. Program Variety Show ini adalah program musik yang menampilkan musik- musik Indonesia saat itu, namun dalam setiap episodenya, konten lawakan selalu dimunculkan sebagai penyegar dalam program ini. Konten komedi saat itu dibawakan oleh grup lawak seperti Jayakarta Grup (Cahyono, Jojon, Prapto dan Uuk), Bagio CS, D’ Bodors. Kwartet Jaya dll. Kemudian mulai bermunculan program televisi khusus komedi, seperti Ria Jenaka dengan menampilkan karakter tokoh punokawan (Semar,