Volume 06 No 01, Tahun 2021: Hal. 54-62.
Copyright © 2016 Jurnal Fokus Elektroda Jurnal Fokus Elektroda : Energi Listrik,
Telekomunikasi, Komputer, Elektronika dan Kendali)
Teknik Elektro Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara,
e-ISSN: 2502-5562. Open Access at: http://ojs.uho.ac.id/index.php/jfe/
54
Analisis Total Harmonic Distortion (THD) dan Arus Harmonik
Akibat Penggunaan Lampu Hemat Energi (LHE) dan Light-Emitting
Diode (LED) secara Kolektif Pada Jaringan Tegangan Rendah
Eva Magdalena Silalahi
1
, Bambang Widodo
2
, Robinson Purba
3
1
Dosen Program Studi Teknik Elektro, FT UKI Jakarta,
2
Dosen Program Studi Teknik Elektro, FT UKI Jakarta,
3
Dosen Program Studi Teknik Elektro, FT UKI Jakarta
eva.silalahi@uki.ac.id
Correspondent Author : Eva Magdalena Silalahi
Abstract — Currently, people are increasingly using energy
saving lamp (LHE) and LED because of their energy saving
and low power consumption. But the use of LHE and LED in
large quantities can reduce the quality of electric power. This is
because LHE and LED are classified as non-linear loads which
are a source of harmonic distortion for low-voltage power lines.
Harmonic distortion occurs due to non-linear load currents
that experience distortion or defects. Based on this, this study
aims to investigate the effect of the collective use of LHE and
LEDs on the quality of electrical power, such as: harmonic
levels, power factor, and the resulting harmonic current and
voltage waveforms. The results of this study indicate that the
simultaneous use of LHE and LED with a total of 60 pieces
causes distortion of the current waveform with THDi of
63.97% exceeding the standard value of IEEE Std 519-2014,
with dominant harmonic currents in the 3rd order with a
THDi of 74% and order 5 with a THDi of 37.6% and a THDv
value of 2.44%, still below the 5.0% standard of IEEE Std 519-
2014. This high THDi value has a negative impact on the low
PF value of 0.722, which does not meet the power factor
requirements of ≥ 0.85 according to PLN standards. And if the
true power factor (TPF) value is calculated, the TPF value is
0.608 which is lower than the PF value of 0.722. The results
obtained from the Matlab simulation show conformity to the
results obtained from experimental measurements in the
laboratory, namely: the simulated harmonic waveform
approximates the measured harmonic waveform.
Keyword — harmonic current, waveform, power factor,
IEEE Std 519-2014, THD.
Abstrak — Saat ini masyarakat semakin banyak menggunakan
LHE dan LED karena hemat energi dan konsumsi daya yang
rendah. Tetapi penggunaan LHE dan LED dalam jumlah yang
besar dapat menurunkan kualitas daya listrik. Hal ini dikarenakan
LHE dan LED tergolong beban non-linier yang merupakan sumber
distorsi harmonik bagi jaringan listrik tegangan rendah. Distorsi
harmonik muncul akibat arus beban non-linier yang mengalami
distorsi atau cacat. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini
bertujuan untuk menyelidiki pengaruh dampak penggunaan secara
kolektif LHE dan LED terhadap kualitas daya listrik, seperti:
tingkat harmonisa, faktor daya, serta bentuk gelombang arus dan
tegangan harmonik yang dihasilkan. Hasil penelitian ini
memperlihatkan bahwa penggunaan secara bersamaan LHE dan
LED dengan jumlah 60 buah menimbulkan distorsi bentuk
gelombang arus dengan THDi sebesar 63,97% melebihi nilai
standar IEEE Std 519-2014, dengan arus harmonik dominan pada
orde ke-3 dengan THDi 74% dan orde ke-5 dengan THDi 37,6%
dan nilai THDv 2,44%, masih dibawah standar 5,0% dari IEEE Std
519-2014. Tingginya nilai THDi ini berdampak buruk pada
rendahnya nilai PF 0,722, yang tidak memenuhi syarat faktor daya
≥ 0,85 menurut standar PLN. Dan bila dihitung nilai faktor daya
sebenarnya, TPF diperoleh nilai TPF 0,608 lebih rendah dari nilai
PF 0,722. Hasil yang diperoleh dari simulasi Matlab menunjukan
kesesuaian dengan hasil yang diperoleh dari pengukuran secara
eksperimental di laboratorium, yaitu: bentuk gelombang harmonik
hasil simulasi mendekati bentuk gelombang harmonik hasil
pengukuran.
Kata kunci — arus harmonik, bentuk gelombang, faktor daya,
IEEE Std 519-2014, THD.
I. PENDAHULUAN
Saat ini masyarakat semakin banyak menggunakan LHE
dan LED karena hemat energi dan konsumsi daya yang
rendah. Tetapi penggunaan LHE dan LED dalam jumlah
yang besar dapat menurunkan kualitas daya listrik. Hal ini
karena LHE dan LED tergolong beban non-linier yang
merupakan sumber distorsi harmonik bagi jaringan listrik
tegangan rendah. Distorsi harmonik timbul akibat arus
beban non-linier tidak proporsional terhadap tegangan input,
dimana gelombang tegangan input berbentuk sinusoidal
sempurna, sedangkan bentuk gelombang arus yang
dihasilkan mengalami distorsi atau cacat. Dengan
menaikkan nilai tegangan beberapa persen, maka nilai arus
akan naik dua kalinya dan akibatnya gelombang arus
mengalami distorsi non-sinusoidal [1].
Masalah kualitas daya listrik akibat penggunaan LHE dan
LED secara bersamaan dievaluasi dengan mengukur faktor
daya (power factor, PF) yang didefinisikan sebagai
perbandingan daya aktif (dalam watt) terhadap daya nyata
(dalam VA) dan THD, istilah yang digunakan untuk
mengukur sifat non-sinusoidal dari bentuk gelombang. THD
adalah perbandingan dari nilai efektif (root mean square,
rms) dari semua frekuensi non-fundamental terhadap nilai
efektif pada frekuensi dasar [2].
Berdasarkan hasil penelitian yang berjudul ―Compact
Fluorescence Lamp Based on Power Electronics
Technology: Its Advantages and Disadvantages‖ (2019),
yang dilakukan oleh Nana Heryana, Handoko Rusiana
Iskandar, Bambang Widodo, dan Robinson Purba dari
Magister Teknik Elektro, Universitas Kristen Indonesia,