Vol. 12. No. 2, Mei 2021: 1-6 http://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/jte p-ISSN: 2086‐9479 e-ISSN: 2621-8534 Jurnal Teknologi Elektro, Vol. 12. No. 2, Mei 2021 1 Perancangan Sistem Akuaponik Menggunakan SCADA Afit Miranto 1* , Syamsyarief Baqaruzi 2 , Amrina Mustaqim 3 , Fikar Tsaqib Adnan 4 1,2,4 Teknik Elektro, Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan 3 Teknik Fisika, Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan 2,3 Pusat Riset dan Inovasi Konservasi dan Energi Terbarukan, Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan * afit.miranto@el.itera.ac.id Abstrak— Sistem akuaponik merupakan habitat buatan penggabungan yang saling mengguntungkan, penggabungan ini terbagi dua media yaitu sistem akuakultur dan sistem hidroponik. Dalam pengembangan konservasi khususnya tambahan teknologi yang membuatnya lebih cerdas, dengan menggunakan mikrokontroler yang di monitoring menggunakan Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) WinTr. Dimana dalam sistem akuaponik ini dapat mengendalikan dan memonitor media sekitar secara real time. Media yang dipakai dalam penelitian ialah budidaya ikan nila, sedangkan budidaya tanaman dengan memanfaatkan air sebagai media tanamnya dengan jenis sayuran kangkung. Selanjutnya Sensor yang berfungsi sebagai monitoring diantaranya sensor level air, level float switch, suhu air DS18B20, suhu udara, kelembapan dan komponen pendukung adalah RTC. Hasil perancangan membuat interface SCADA menampilkan berupa menu utama, ruangan kolam, ruangan filter, trending. Trending adalah berupa grafik data secara real time yang didapatkan dari sensor-sensor diterima oleh mikrokontroler. Hasil perancangan didapatkan untuk pH dalam budidaya akuaponik berkisar 7.29–7.35 sedangkan ikan nila didapatkan tumbuh pada suhu 26-31 °C, Kata Kunci—Akuaponik, Mikrokontroler, SCADA, Sensor, Filter DOI: 10.22441/jte.2021.v12i2.001 I. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi semakin pesat terutama pada bagian automasi. Automasi berfungsi sebagai efisiensi dan efektif yang dapat memudahkan dalam melakukan pekerjaan manusia. Secara definisi automasi yaitu teknologi yang terdapat pada sistem kontrol, mesin dan teknologi informasi. Tujuannya adalah mengurangi risiko kesalahan maupun cedera yang disebabkan oleh manusia. Ruang lingkup automasi bidang kendali diantaranya bagian proses sistem industri, produksi industri, pengontrolan suatu bangunan, sektor pertanian maupun perikanan. Hasil sensus pada tahun 2020, menyatakan jumlah penduduk di Indonesia mencapai sekitar 271,34 juta orang atau sekitar 3,80% dari keseluruhan jumlah penduduk dunia. Angka tersebut mengindikasikan besarnya jumlah bahan pangan yang harus disediakan. Namun, jika peningkatan jumlah penduduk tidak diimbangi dengan peningkatan produksi pangan, maka masalah antara kebutuhan dan ketersediaan pangan tidak dapat dihindari lagi. Isu ini menyebabkan solusi alternatif bisa dengan menerapkan akuaponik dalam peningkatan perkotaan dalam hal pangan dan pertanian[1][2]. Peran dalam memastikan kelestarian serta penggunaan konservasi untuk teknologi akuaponik merupakan gabungan teknologi akuakultur dengan teknologi hidroponik dalam suatu sistem untuk mengoptimalkan fungsi air dan ruang sebagai media pemeliharaan prinsip dari akuaponik yaitu memanfaatkan air secara terus menerus dari pemeliharaan ikan ke tanaman dan sebaliknya dari tanaman ke kolam ikan[1][3]. Akan tetapi sistem yang pada umumnya diproduksi masih memiliki beberapa kekurangan, yaitu tidak dapat mengontrol pompa air, memonitoring suhu, kelembaban, dan Power of Hydrogen (pH) yang tidak efektif. Sifat sistem akuaponik pada umumnya masih bersifat konvensional. Untuk mengatasi kekurangan ini dibutuhkan teknologi yang membuatnya lebih cerdas. Penggunaan mikrokontroler dengan menggunakan Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) WinTr di dalam sistem akuaponik menjadi jawaban untuk mengendalikan dan memantau kondisi lingkungan sekitar secara real time. II. PENELITIAN TERKAIT Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh S. paul dan S. Narang [4] pada penelitiannya yang berjudul Design of SCADA based Wireless Monitoring and Control System using ZigBee, menjelaskan tentang sistem arsitektur dalam perancangan metode ZigBee sinkronisasi komunikasi dari perubahan antara set point dari operator, dengan menggunakan standar IEEE 802.15.4, kemampuan jaringan dengan kecepatan diatas 250 Kbps cukup untuk melakukan penginderaan dan kontrol secara nirkabel, sehingga dalam mencapai kontrol yang efektif, dilakukan rancangan efisiensi memori dan algoritma sederhana. Dimana Mikrokontroler menggerakkan relai untuk durasi waktu yang sebanding dengan rentang kesalahan terdiri dari pemancar dan penerima, berdasarkan metodologi respons- permintaan dasar. Permintaan yang akan dikirim dimasukkan sebagai input kepada pemancar. Pada penelitian yang dilakukan oleh F.F Dzikriansyah, R. Hudaya dan C.W. Hurhaeti [5] pada penelitiannya yang berjudul Sistem Kendali Berbasis PID untuk Nutrisi Tanaman Hidroponik, menjelaskan sistem ini menggunakan 2 buah mikrokontroler yang dikomunikasikan menggunakan protokol ModBus dengan media komunikasi RS485. Selanjutnya fungsi kerja sistem on-off hasil proses dari kendali PID yangmengkompensasi hasil pengaturan larutan yang dibuat akan bekerja dalam mengatur kadar nilai EC dan ppm pada larutan yang digunakan dengan memanfaatkan pembacaan nilai kadar terkait menggunakan sensor EC&ppm. Pada penelitian yang dilakukan oleh L.D. Cuayo, J. Kerbee Culla, J. Gualvez, S.E. Padua, dan R. John Gallano [6] pada penelitiannya yang berjudul Development of a Wireless