102 Vol. 13, No. 2 September 2018 Informatika Mulawarman : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer DOI : http://dx.doi.org/10.30872/jim.v13i2.1487 e-ISSN 2597-4963 dan p-ISSN 1858-4853 RANCANG BANGUN SISTEM PEMILIHAN TANAMAN UNTUK LAHAN PERTANIAN Heliza Rahmania Hatta 1) , Septya Maharani 2) , Zainal Arifin 3) , Malik Annisa 4) Program Studi Ilmu Komputer, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, Universitas Mulawarman Jl. Panajam Kampus Gn Kelua, Universitas Mulawarman, Samarinda 75119 - Kalimantan Timur, Indonesia E-Mail: heliza_rahmania@yahoo.com 1) , septyamaharani@gmail.com 2) , smartza77@gmail.com 3) , malikannisa14@gmail.com 4) ABSTRAK Kurangnya lahan kosong yang luas agar dapat menjadi lahan pertanian sudah mulai berkurang dikarenakan mulai banyaknya pertumbuhan penduduk. Oleh karena itu lahan pertanian yang ada perlu dimaksimalkan penggunaanya agar dapat menghasilkan produksi tanaman yang berkualitas baik. Lahan pertanian tersebut perlu di tanam tanaman yang sesuai dengan kriteria lahan tersebut. Dan dalam penelitian ini akan di bangun sebuah sistem yang dapat memberikan pilihan tanaman yang cocok untuk lahan tersebut. Sistem ini dibangun agar dapat memberikan solusi kepada para petani atau pemilik lahan dalam menentukan tanaman yang cocok untuk lahan tersebut. Kata Kunci – lahan pertanian, tanaman, rancang bangun, sistem 1. PENDAHULUAN Pertanian adalah suatu kegiatan manusia yang termasuk di dalamnya yaitu bercocok tanam, peternakan, perikanan dan juga kehutanan. Sebagian besar mata pencaharian masyarakat di Negeri Indonesia adalah sebagai petani, sehingga sektor pertanian sangat penting untuk dikembangkan di Negara Indonesia. Karena itu lahan yang ada perlu digunakan semaksimal mungkin salah satunya dengan cara memilih tanaman yang akan di tanam dilahan sesuai dengan kriteria lahan tersebut. Kriteria lahan dan kriteria tanaman perlu di sesuaikan agar dapat menentukan tanaman yang cocok untuk lahan tersebut (Agus, Hatta, & Munawwarah, 2014; Hatta, Maharani, et al., 2017; Hatta, Pratama, & Khairina, 2017; Sholeh, Agus, & Hatta, 2014). Kriteria-kriteria tanaman dan lahan tersebut perlu dianalisis agar tidak terjadi kesalahan pemilihan tanaman terhadap lahan. Karena itu, diperlukan sebuah sistem yang dapat menganalisis kriteria lahan dan kriteria tanaman. Sistem ini menggunakan metode forward chaining dalam menganalisis tanaman yang cocok untuk lahan dengan cara dibentuk aturan atau rule terlebih dahulu. 2. TINJAUAN PUSAKA A. Rancang Bangun Sistem Rancang merupakan serangkaian prosedur untuk menerjemahkan hasil analisa dari sebuah sistem ke dalam bahasa pemrograman untuk mendeskripsikan dengan detail bagaimana komponen-komponen sistem diimplementasikan (Pressman, 2012). Rancangan sistem adalah penentuan proses dan data yang diperlukan oleh sistem baru. Perancangan adalah kegiatan yang memiliki tujuan untuk mendesain sistem baru yang dapat menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi perusahaan yang diperoleh dari pemilihan alternatif sistem yang terbaik (Ladjamudin, 2005). Sedangkan pengertian bangun atau pembangunan sistem adalah kegiatan menciptakan sistem baru maupun mengganti atau memperbaiki sistem yang telah ada baik secara keseluruhan maupun sebagian (Pressman, 2012). Bangun sistem adalah membangun sistem informasi dan komponen yang didasarkan pada spesifikasi desain (Whitten, Bentley, & Dittman, 2004). Dengan demikian pengertian rancang bangun merupakan kegiatan menerjemahkan hasil analisa ke dalam bentuk paket perangkat lunak kemudian menciptakan sistem tersebut ataupun memperbaiki sistem yang sudah ada. Sedangkan Sistem adalah kumpulan subsistem-subsistem yang disatukan dan dirancang untuk mencapai suatu tujuan (Khairina, Maharani, & Hatta, 2018). B. Forward Chaining Metode Forward Chaining adalah metode pencarian atau teknik pelacakan ke depan yang dimulai dengan informasi yang ada dan penggabungan rule untuk menghasilkan suatu kesimpulan atau tujuan. Pelacakan maju ini sangat baik jika bekerja dengan permasalahan yang dimulai dengan rekaman informasi awal dan ingin dicapai penyelesaian akhir, karena seluruh proses akan dikerjakan secara berurutan. C. Pakar Pakar atau ahli ialah seseorang yang banyak dianggap sebagai sumber tepercaya atas teknik maupun keahlian tertentu yang bakatnya untuk menilai dan memutuskan sesuatu dengan benar, baik, maupun adal sesuai dengan aturan dan status oleh sesamanya ataupun khayalak dalam bidang khusus tertentu. Lebih umumnya, seorang pakar ialah seseorang yang memiliki pengetahuan ataupun kemampuan luas dalam bidang studi tertentu. Para pakar dimintai nasihat dalam bidang terkait mereka, namun mereka tidak selalu setuju dalam kekhususan bidang studi. Melalui pelatihan, pendidikan, profesi, publikasi, maupun pengalaman, seorang pakar dipercaya