236 SEBATIK 2621-069X SELEKSI CALON PENERIMAAN SISWA BARU DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (STUDI KASUS: SMPIT CORDOVA SAMARINDA) Heliza Rahmania Hatta 1) , Iis Andriani 2) , Dyna Marisa Khairina 3) , Septya Maharani 4) 1,2,3,4 Program Studi Ilmu Komputer, FKTI, Universitas Mulawarman E-mail : heliza_rahmania@yahoo.com 1) , dyna.ilkom@gmail.com 2) , iisandriani@rocketmail.com 3) , septyamaharani@gmail.com 4) ABSTRAK Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Cordova merupakan salah satu sekolah swasta di Samarinda yang berbasis pendidikan islam, dimana akreditas dari sekolah tersebut sampai tahun 2017 adalah A. Sehingga memberikan pengaruh terhadap jumlah calon siswa baru yang mendaftar dan dari tahun ke tahun calon siswa baru yang mendaftar melebihi kuota yang ada. Salah satu cara meningkatkan mutu Sekolah dengan membangun sebuah sistem penunjang keputusan yang dapat menyeleksi calon siswa baru untuk meminimalisir kesalahan yang dilakukan oleh panitia penyeleksi calon siswa baru Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Cordova Samarinda. Penelitian ini bertujuan untuk digunakan untuk membantu mengambil keputusan dalam meyeleksi calon siswa baru di SMPIT CORDOVA Samarinda menggunakan metode SAW (Simple Additive Weighting). Hasil dari penelitian ini adalah metode SAW dapat diterapkan pada studi kasus seleksi calon siswa baru di SMPIT Cordova Samarinda. Kata Kunci: Calon, Simple Additive Weighting, Seleksi, Sistem Penunjang Keputusan, Siswa Baru 1. PENDAHULUAN Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Cordova merupakan salah satu sekolah swasta di Samarinda yang berbasis pendidikan islam, dimana akreditas dari sekolah tersebut sampai tahun 2017 berakreditas A. Dengan hasil akreditas A, SMPIT Cordova Samarinda dapat memberikan informasi yang akurat tentang pelayanan pendidikan yang ditawarkan bagi masyarakat khususnya orang tua peserta didik dalam membuat keputusan dan pilihan yang tepat dalam memilih sekolah. Terlihat dari jumlah pendaftar dari tahun ke tahun selalu melebihi kuota yang sudah disediakan yaitu 140 siswa ditahun ajaran baru. Tahun 2014/2015 pendaftar 168 orang, tahun 2015/2016 pendaftar 173 orang dan tahun 2016/2017 179 orang (Hasil wawancara). Manfaat yang diberikan dari hasil akreditas tersebut tidak hanya dari sisi daya tampung yang melebihi kuota. Namun dari pihak sekolah pun dapat sebagai acuan dalam upaya peningkatan mutu dan rencana pengembangan sekolah tersebut. Melihat dari banyaknya pendaftar dan salah satu cara bagaimana meningkatkan mutu Sekolah, maka perlu dibangun sebuah sistem pendukung keputusan dengan yang dapat menseleksi calon siswa baru untuk meminimalisir kesalahan yang dilakukan oleh panitia penyeleksi calon siswa baru SMPIT Cordova Samarinda. Sistem pendukung keputusan dapat menggunakan beberapa metode dan salah satu metodenya adalah metode Simple Additive Weighting (SAW). Dimana Metode SAW merupakan metode Multiple Attribute Decision Making (MADM), dimana langkah penyelesaian alternatifnya lebih pendek namun akan tetap menghasilkan keputusan optimal dalam menentukan alternatif terbaik dari berbagai alternatif berdasarkan kriteria tertentu (Ariani, 2013) (Harpad, 2018). Metode SAW dapat menunjukkan lahan yang terbaik untuk tanaman sawit (Hatta dkk, 2017). Metode SAW juga telah digunakan dalam penelitian (Murdianto dkk, 2016), dengan hasil akhir penelitian sistem dapat menyeleksi karyawan terbaik sesuai ketentuan dengan melakukan perhitungan berdasarkan metode SAW. Dan metode SAW dapat mendiagnosa penyakit pada kelinci (Ramadiani dkk, 2017). Dan beberapa penelitian lain yang menggunakan metode SAW seperti (Lailiyah, 2016) (Oleh karena sistem pendukung keputusan dengan metode SAW dapat digunakan untuk membantu panitia penyeleksi calon siswa baru SMPIT Cordova Samarinda untuk menentukan siswa baru di SMPIT Cordova Samarinda. 2. RUANG LINGKUP Penelitian ini dilakukan di SMPIT Cordova Samarinda untuk seleksi calon siswa baru. Penelitian ini untuk memberikan rekomendasi kepada sekolah dalam menseleksi siswa baru yang akan masuk.