Jurnal Planologi E-ISSN : 2615-5257 Vol. 17, No. 1, April 2020 P-ISSN : 1829-9172 Available : http://jurnal.unissula.ac.id/index.php/psa 88 KAPASITAS POHON NYAMPLUNG (CALOPHYLLUM INOPHYLLUM L.) DAN POHON SPATHODEA (SPATHODEA CAMPANULATA) DALAM MENJERAP DEBU Alfred Jansen Sutrisno 1 Gusti Diandasari 2 Adlia Vidya Rahmandari 3 1 Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana 2,3 Program Studi Arsitektur Lanskap, Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor Penulis korespondensi e-mail: fpb.alfred@uksw.edu ABSTRACT The IPB landscape arboretum is a greenbelt on Dramaga Street. Dramaga Street is a lane filled with motorized two-wheeled vehicles, four-wheeled vehicles, even trucks that cause high air pollution, especially types of dust particles. The purpose of this study was to determine the capacity of vegetation as a green belt in absorbing dust. The research method used was purposive sampling, where Nyamplung Tree and Spathodea Tree were used as samples. Leaves on both types of trees will be taken and analyzed to obtain dust absorption capacity. The results of this study explain that the Spathodea Tree has a much larger dust sorption capacity of 0.041-0.043 g / m2 per day, while the Nyamplung Tree has a dust sorption capacity of 0.023-0.025 g / m2 per day. Keywords: Air pollution, green belt, nyamplung tree, Spathodea tree. ABSTRAK Arboretum lanskap IPB merupakan sebuah greenbelt pada Jalan Raya Dramaga. Jalan Raya Dramaga merupakan jalur yang dipadati oleh kendaraan bermotor roda dua, roda empat, bahkan truk yang mengakibatkan tingginya polusi udara khususnya jenis partikel debu. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui kapasitas vegetasi sebagai green belt dalam menjerap debu. Metode penelitian yang digunakan ialah purposive sampling, dimana Pohon Nyamplung dan Pohon Spathodea digunakan sebagai sampel. Daun pada kedua jenis pohon tersebut akan diambil dan dianalisis untuk mendapatkan kapasitas jerapan debu. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Pohon Spathodea memiliki kapasitas jerapan debu yang jauh lebih besar yaitu 0,041-0,043 g/m 2 per hari, sementara Pohon Nyamplung memiliki kapasitas jerapan debu sebesar 0,023-0,025 g/m 2 per hari. Kata kunci: Polusi udara, green belt, pohon nyamplung, pohon spathodea.