Modifikasi Solar Menjadi Bahan Bakar Setara Pertamina Dex MODIFIKASI SOLAR MENJADI BAHAN BAKAR SETARA PERTAMINA DEX Ika Kusuma Nugraheni Jurusan Mesin Otomotif, Politeknik Negeri Tanah Laut Email: ika.k.nugraheni@politala.ac.id IntisariTelah dilakukan penelitian mengenai modifikasi solar untuk dapat memiliki karakter menyerupai Pertamina DEX. Solar yang digunakan bersumber dari bahan bakar produk Pertamina yang dijual di pasaran. Uji karakter fisik menunjukkan kualitas Pertamina DEX lebih baik dibandingkan solar. Hasil analisis komponen bahan bakar menunjukkan bahwa kedua bahan bakar memiliki pola sebaran kromatogram yang serupa, hanya saja sebaran Pertamina DEX lebih sempit dibandingkan solar. Modifikasi dilakukan dengan menghilangkan fraksi ringan dan fraksi berat solar dengan cara distilasi. Hasil modifikasi dianalisis sebaran komponennya menggunakan kromatografi gas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi solar menggunakan teknik distilasi menghasilkan 3 fraksi. Fraksi ini terpisahkan berdasarkan perbedaan titik didihnya. Hasil modifikasi menunjukkan bahwa fraksi 2 dan 3 memiliki sebaran komponen yang serupa dengan Pertamina Dex. Kata kunciSolar, Pertamina DEX, distilasi AbstractThis Modification of Solar to become fuel with Pertamina DEX quality had been carried out. In this research, Solar are product of Pertamina. The physical properties test showed that Pertamina DEX has better quality than Solar. The result of component analysis showed that both of fuels have similar chromatogram, but Pertamina DEX has narrow pattern than Solar. The light and heavy fractions in Solar were separated by distillation. The result of this modification showed that in this distillation can produce 3 fractions of Solar. This fractions separated by the different of boiling point. The modification result showed that the 2nd and 3rd fraction have the similar pattern with Pertamina Dex. KeywordSolar, Pertamina DEX, distillation PENDAHULUAN Perkembangan teknologi dan peningkatan aktivitas industri memicu peningkatan kebutuhan bahan bakar. Bahan bakar yang umumnya digunakan dalam aktivitas industri adalah bahan bakar diesel (solar). Solar diperoleh dari hasil distilasi minyak bumi yang telah mengalami proses perbaikan sifat. Namun demikian, penggunaan solar sebagai bahan bakar mesin diesel menghasilkan gas buang dengan kandungan NOx, SOx, hidrokarbon dan partikulat- partikulat1. Untuk mengantisipasi tercemarnya udara akibat penggunaan bahan bakar, di Eropa diberlakukan standar emisi gas buang yang disebut dengan EURO. Sejak September 2010, Negara-negara Eropa telah memberlakukan standar EURO 5 untuk emisi gas buangnya, namun di Indonesia masih menggunakan standar emisi EURO 3, meskipun pada kenyataannya masih banyak kendaraan yang termasuk kategori EURO 1. Pertamina sebagai perusahaan perminyakan Indonesia mengupayakan untuk dapat memberikan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dan juga memiliki kualitas lebih baik, serta untuk mengantisipasi akan adanya krisis energi. Oleh karena itu saat ini Pertamina mengeluarkan produk biosolar dan Pertamina DEX sebagai bahan bakar diesel. Pertamina DEX (Diesel Environment X-tra) merupakan nama dagang dari solar non subsidi yang dijual dari perusahaan perminyakan “Pertamina Persero”. Solar jenis ini memiliki keunggulan dibandingkan dengan jenis solar subsidi karena telah memenuhi standar emisi gas buang EURO 3, memiliki angka setana yang tinggi dengan kandungan sulfur yang rendah. Dengan kelebihan yang dimiliki oleh Pertamina DEX ini menjadikan Pertamina DEX lebih unggul dibandingkan dengan bahan bakar diesel jenis solar maupun biosolar. Keunggulan dari Pertamina DEX ini juga diiringi dengan harga yang lebih tinggi. Keunggulan Pertamina DEX dibandingkan dengan solar dimungkinkan karena karakter dan komponen Pertamina DEX berbeda dengan solar, sehingga perlu dilakukan modifikasi terhadap solar agar dapat menjadikannya memiliki kualitas yang mendekati Pertamina DEX. Seperti halnya dalam proses pembuatan awal bahan bakar Solar dengan cara distilasi, maka dalam penelitian ini juga akan melakukan modifikasi terhadap Solar dengan cara distilasi. Distilasi dilakukan untuk memisahkan fraksi-fraksi dalam bahan bakar berdasarkan dari perbedaan titik didihnya. Ffraksi yang memiliki titik didih terendah akan terpisahkan lebih dahulu dibandingkan dengan fraksi yang memiliki titik didih lebih tinggi.