Article
Indonesian Journal of Chemical
Science and Technology
State University of Medan
e-ISSN : 2622-4968, p-ISSN : 2622-1349
IJCST-UNIMED, Vol. 04, No. 1, Page; 21 - 28
Received : August 18
th
, 2020 Accepted : October 17
th
, 2020 Web Publised ; January 30
th
, 2021
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
IJCST.2021 © 2021 State University of Medan
Analysis of the Quality of Used Cooking Oil Used in Frying
Chicken
Dian I. Sinurat and Ramlan Silaban*
Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Sciences, Medan State University, Medan 20221,
Indonesia
*Email: drrsilabanmsi@yahoo.co.id
ABSTRACT
This study aims to determine the quality of oil quality that is used repeatedly by frying chicken with the SNI.
Bulk oil is used for frying the chicken with 11 frying repetitions. Repetition of oil before frying, repeat 1 time
frying up to 10 frying times. Then the oil is tested for water content, Free Fatty Acid (FFA), peroxide value and
iodine value. From this study, the quality of cooking oil was obtained for the range of: water content 0.03-
1.04%(w/w), Free Fatty Acids (FFA) 0.39-1.01%(w/w), peroxide value 5,99-18,465 mekO2/kg, iodine value
3.255-3.55 gI2/100g oil. Based on the various tests, the water content up to the oil from frying 3, Free Fatty
Acid to oil from frying 3, the peroxide value to frying oil 4 still meets the SNI 01-3741-2013 oil quality standard.
And in the iodine value test, all repeated frying results still meet the SNI 01-3741-2013 oil quality standard.
Keywords: cooking oil, water content, Free Fatid Acids (FFA), peroxide number, iodine number
I. Pendahuluan
Minyak goreng merupakan salah satu
kebutuhan pokok masyarakat dalam memenuhi
kebutuhan hidup sehari-hari. Kurang lebih 290 juta
ton minyak dikonsumsi tiap tahun. Ketaren
melaporkan bahwa banyaknya permintaan akan
bahan pangan digoreng merupakan suatu bukti
yang nyata mengenai betapa besarnya jumlah
bahan pangan digoreng yang dikonsumsi manusia
oleh lapisan masyarakat dari segala tingkat usia.
1
Minyak goreng yang dikonsumsi sehari-hari sangat
erat kaitannya dengan kesehatan. Karena sebagian
kecil minyak goreng akan diserap oleh bahan
pangan yang di goreng, sehingga kualitas minyak
goreng akan mempengaruhi cita rasa makanan
yang digoreng, dan juga mempengaruhi kesehatan.
Menurut Kapitan minyak goreng dapat
digunakan hingga 3-4 kali penggorengan.
2
Akan
tetapi, jika minyak goreng digunakan berulang kali,
maka asam lemak yang terkandung akan semakin
jenuh dan akan berubah warna. Kusumaningtyas
menyatakan bahwa minyak goreng bekas tersebut
dikatakan telah rusak atau dapat disebut minyak
jelantah dan kurang baik untuk dikonsumsi.3
Menurut Syafiq minyak jelantah yang dipakai
berkali-kali akan meningkatkan asam lemak bebas,
dan hal ini akan menyebabkan bau yang tengik,
bahan gorengan kurang menarik, cita rasa tidak
enak, terjadi kerusakan vitamin dan asam lemak
esensial.5 Selain itu, penggorengan makanan pada
suhu tinggi, yang dilakukan dengan menggunakan
minyak yang memiliki kadar asam lemak jenuh
yang tinggi, mengakibatkan makanan menjadi
berbahaya bagi kesehatan. Selain itu, pemanasan
minyak goreng yang lama dan berulang akan
menghasilkan senyawa peroksida, senyawa
peroksida ini merupakan radikal bebas yang
bersifat racun bagi tubuh. Kusumaningtyas
21