J. MANUSIA DAN LINGKUNGAN, Vol. 21, No.3, November 2014: 349-355 HUTAN DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT HATAM DI LINGKUNGAN CAGAR ALAM PEGUNUNGAN ARFAK (Forest in Hatam Community Live on Arfak Mountains Natural Reserve Environment) Susan Trida Salosa 1 , San Afri Awang 2 , Priyono Suryanto 2 dan Ris Hadi Purwanto 2 1 Program Doktoral Program Studi Ilmu Kehutanan, Universitas Gadjah Mada, Bulaksumur Yogyakarta 55281. 2 Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada, Bulaksumur, Yogyakarta 55281. * Penulis korespondensi. Telp: 081328197582. Email: susan_3sa@yahoo.com. Diterima: 1 Juli 2014 Disetujui: 18 September 2014 Abstrak Pegunungan Arfak adalah suatu wilayah dengan keunikan tersendiri di wilayah Propinsi Papua Barat. Wilayah ini didominasi oleh gunung-gunung yang tinggi dan ekosistemnya adalah ekosistem daerah pegunungan dan alpin, serta mengingat keunikan flora, fauna dan lingkungannya, maka wilayah ini ditetapkan sebagai Cagar Alam Pegunungan Arfak. Wilayah Pegunungan Arfak ditempati oleh suku besar Arfak yang salah satu sub sukunya adalah sub suku Hatam. Hutan merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Hatam. Terbentuknya kabupaten-kabupaten pemekaran secara tidak langsung akan berakibat terhadap kelestarian jenis yang ada di cagar alam. Analisis SWOT yang digunakan dalam studi ini dimaksudkan untuk merumuskan strategi-strategi yang memungkinkan untuk mengakomodasi kepentingan masyarakat dan menjaga kelestarian cagar alam. Penelitian dilaksanakan di kampung Anggra dan Apui di Distrik Minyambouw pada bulan Juni 2013. Hasil studi menunjukkan bahwa hutan sangat berperan dalam kehidupan masyarakat terutama dalam mengaplikasi nilai budaya dalam kehidupan masyarakat. Strategi yang tepat untuk menjaga kelestarian hutan dan mengakomodasi kepentingan masyarakat diharapkan agar didasarkan pada kearifan masyarakat dalam memanfaatkan hutan. Kata kunci: cagar alam, ekosistem pegunungan, hutan, kearifan lokal. Abstract Arfak Mountains is a region with its own uniqueness in the Province of West Papua. This region is dominated by high mountains with particularities of flora and fauna in ecosystems of mountain and alpine. Therefore, it is designated as a Natural Reservation of Arfak Mountains. Arfak Mountains region is occupied by a large tribe of Arfak which is Hatam is one of its sub-tribe. Forests are part of Hatam people's lives. Establishment of districts expansion will indirectly result in the preservation of species in natural reservation. SWOT analysis used in this study is intended to look at the potential strategies in accomodating people interest and preserving the natural reservation. The study was conducted in villages of Anggra and Apui in the sub district of Minyambouw in June 2013. The study showed that forests play an important role in people's lives, especially in applying cultural values in public life. Appropriate strategies to preserve forests and to accommodate the interests of society are expected to be based on the wisdom of the community in forest use. Keywords: forest, local wisdom, mountain ecosystem, natural reservation. PENDAHULUAN Masyarakat Arfak menempati wilayah pegunungan Arfak yang berada di wilayah kepala burung pulau Papua. Masyarakat pegunungan Arfak juga disebut sebagai masyarakat suku besar Arfak karena terdiri atas beberapa sub suku yakni suku Hatam, Moile, Sough dan Meyah. Wilayah ini sebelumnya merupakan bagian dari kabupaten Manokwari namun di tahun 2012 yang lalu ditetapkan sebagai kabupaten pemekaran baru, terpisah dari wilayah kabupaten Manokwari berdasarkan Undang-undang No. 24 tahun 2012 tanggal 16 November 2012. Selama ini, masyarakat pegunungan Arfak relatif terisolir dari pembangunan yang ada di kabupaten terdekat (Kabupaten Manokwari) yang jaraknya sekitar 40 km dari Distrik Minyambouw (Kabupaten Pegunungan Arfak) ke Pasar Wosi (Manokwari). Kondisi ini terjadi karena wilayah Pegunungan Arfak dikelilingi oleh pegunungan dengan ketinggian mencapai lebih kurang 2.500 m dpl dengan suhu udara yang relatif rendah 19-22 o C membatasi perkembangan yang berasal dari luar. Sebelum ada akses jalan raya ke pegunungan