Seminar Teknologi dan Rekayasa (SENTRA) 2015 ISBN: 978-979-796-238-6 SENTRA II - 1 CATALITYC CONVERTER JENIS KATALIS STAINLESS STEEL BERBENTUK SARANG LABA-LABA UNTUK MENGURANGI EMISI KENDARAAN BERMOTOR Ali Mokhtar 1 , Trenyu Wibowo 2 Universitas Muhammadiyah Malang Kontak Person : Ir. Ali Mokhtar MT, Jl. Tlogosari No. 37i Tlogomas Malang Telp. 0811360358, Email alimokhtar011@gmail.com , ABSTRAK Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor berdampak langsung pada polusi udara oleh gas buang kendaraan tersebut, polusi udara di daerah perkotaan didominasi oleh polusi dari emisi kendaraan bermotor, seiring dengan permasalahan polusi maka penelitian ini selain bertujuan mendapatkan desain catalytic converter berbahan katalis kawat stainless steel berbentuk sarang laba-laba juga untuk menguji emisi gas buang pada catalytic converter tersebut. Katalis kawat stainless stell berbentuk sarang laba-laba sangat baik untuk bahan katalis catalityc converter, katalis tersebut selain mudah didapat dan murah harganya, juga mampu mereduksi dan mengoksidasi emisi kendaraan bermotor, sehingga cocok sebagai bahan katalis. Metode yang dipergunakan pada penelitian ini adalah metode experimental, mulai dari perancangan rumah katalityc converter, jenis katalis sampai proses pembuatan catalityc converter jenis katalis sarang laba-laba berbahan stainless steel, selanjutnya dilakukan pengujian untuk mengetahui emisi gas buang kendaraan bermotor yang menggunakan catalytic converter dan tanpa menggunakan catalityc converter,Dari hasil pengujian emisi didapatkan bahwa pemakaian catalytic converter berbahan katalis stainless steel berbetuk sarang laba - laba dapat mengurangi emisi gas HC dan CO. Hasil emisi gas HC sebesar 64,84 ppm, penurunan emisinya sebesar 35,2 % dibanding tanpa menggunakan catalytic converter. Hasil Emisi gas CO sebesar 73,1 %, penurunan emisinya sebesar 26,9 %. dibanding tanpa menggunakan catalytic converter. Kata kunci: catalytic converter Kawat Stainless stell sarang laba-laba. Pendahuluan Catalytic converter adalah suatu alat yang dipasang di mobil-mobil yang berfungsi untuk mengurangi emisi gas buang pada kendaraan tersebut. Untuk mengetahui fenomena aliran didalam saluran cukup sulit, tetapi dengan menggunakan perangkat lunak Fluent atau ansys, simulasi dapat dilakukan untuk menentukan pola aliran yang terbentuk di dalam saluran. Semakin merata gas buang mengenai permukaan catalytic converter maka semakin besar terjadinya proses reduksi emisi (Krisnanil, Ali Mokhtar 2005), Peningkatan jumlah kendaraan bermotor akan meningkatkan pemakaian bahan bakar minyak , terutama pada kendaraan 2 tak dimana pada kendaraan ini proses pembakarannya tidak dapat sempurna dibanding kendaraan 4 tak hal ini akan membawa risiko pada penambahan gas beracun di udara terutama CO, HC, SO2. (Sudomo 2002). Catalytic converter telah menjadi peralatan standar bagi semua kendaraaan bermotor di belahan bumi yang telah maju. Katalisator akan efektif bekerja jika gas asap dapat mengenai semua permukaan kalatalis dan bekerja antara temperatur 250 o C sampai 300 o C. (Prasetyo, Joni 2006). Aliran gas asap melewati katalisator lubang horizontal tanpa sekat menunjukkan hasil distribusi aliran yang baik (Ali Mokhtar 2009), Catalityc converter dengan bahan katalis almunium menunjukkan hasil kurang baik untuk mengurangi emisi (Rengki 2009), Oleh karena itu dari kekurangan dan kelebihan penelitian