PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGEMBANGKAN GAGASAN DALAM MENULIS ILMIAH DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL BAGI MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Ribut Wahyu Eriyanti FKIP Universitas Muhammadiyah Malang e-mail: ributwahyueriyanti@yahoo.com Abstract This study aimed to improve the idea-developing ability to write discourse through the contextual approach among students of the Indonesian Language Department of the Muhammadiyah University of Malang. This study was an action research study. The data were the teacher’s and students’ nonverbal data in the writing learning process using the contextual approach and the students’ writen discourses. The data were collected through observations, documents, interviews, questionnaire, and tests, and were analyzed by means of the qualitative technique. To enhance the data trustworthiness, the method triangulation, research prolongation, and discussions with colleagues were carried out. The results show that Group VA students of the Indonesian Language Department were able to improve their idea-developing ability to write discourse through the contextual learning from cycle to cycle. This was atained through connection, exploration and discovery, implementation, teamwork, application in other contexts, and authentic assessment. The teacher employed discovery, modeling, discussion, question and answer, group learning, and refection techniques and authentic assessment. Keywords: contextual approach, idea-developing ability, writing, discourse PENDAHULUAN Pembelajaran menulis telah mendapatkan perhatian yang serius di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Mu- hammadiyah Malang. Akan tetapi, ke- nyataan menunjukkan bahwa kemam- puan mahasiswa dalam menulis masih belum sesuai dengan yang diharapkan. Hal itu dapat diketahui dari hasil tulisan mahasiswa pada saat menyelesaikan tu- gas-tugas perkuliahan. erdasarkan hasil telaah awal terhadap karya tulis maha- siswa diketahui bahwa pada umumnya mahasiswa mengalami kesulitan dalam menuangkan dan menata gagasan, khu- susnya dalam bentuk paragraf. Hasil evaluasi pembelajaran men- ulis menunjukkan bahwa 71% maha- siswa mencapai nilai C. Gagasan yang disusun cenderung tumpang tindih (ti- dak memiliki kesatuan gagasan), tidak runtut, dan kurang jelas (kurang dikem- bangkan). Akibatnya, maksud yang dis- ampaikan sulit dipahami pembaca. Per- masalahan tersebut mendorong peneliti untuk mengetahui lebih lanjut akar per- masalahan yang melatarbelakangi mun- culnya permasalahan yang dihadapi mahasiswa dalam menuangkan gagasan secara tertulis. Untuk itu, dilakukan di- alog dengan sebagian mahasiswa. Dari hasil dialog dapat ditangkap bahwa pada umumnya kesulitan mahasiswa tersebut muncul akibat kurang banyak berlatih menulis dan materi perkuliahan yang cenderung teoritis. Contoh-contoh kongkrit tulisan ilmiah yang tersedia 57