ULTIMA InfoSys, Vol. X, No. 1 | Juni 2019 43 ISSN 2085-4579 Analisis Penerimaan Pengguna Garda Sumber Pembelajaran Terbuka Indonesia (Garsupati) Menggunakan Model Unified Theory Of Acceptance And Use Of Technology (UTAUT) Ella Silviasasmi 1 , I Ketut Resika Arthana 2 , I Made Putrama 3 Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Bali, Indonesia silviasasmie@gmail.com resika@undiksha.ac.id made.putrama@undiksha.ac.id Diterima 12 Maret 2019 Disetujui 24 Juni 2019 AbstractThe purpose of this research is to know how the user acceptance to Garsupati system so that system development feasible executed. One approach to the theory of acceptance and use of a technology that is Unified Theory Of Acceptance And Use Of Technology (UTAUT). UTAUT is one of the technology acceptance models developed by Vankatesh, et al. (2003) by combining eight previous technology acceptance theories. UTAUT has four main constructs: 1) performance expectancy, 2) effort expectancy, 3) social influence, and 4) facilitating conditions. This research will further explain about the relation of factors influencing acceptance and usage of Garsupati system using UTAUT model. Data were obtained by distributing questionnaires to students and interviews with lecturers. The sample size in this study amounted to 394 Undiksha students, analyzed using multiple linear regression using SPSS software. The results of this study indicate that (1) performance expectation, business expectation, social factor have positive effect to interest of utilization of Garsupati system (2) facility factor and interest of utilization have positive effect to user behavior. Keywords: Open Educational Resources, Garsupati, UTAUT I. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi telah memberikan pengaruh yang besar dalam dunia pendidikan, salah satunya yaitu internet. Internet dapat menjadi salah satu cara untuk mengembangkan dan penyebaran ilmu pengetahuan. Sebagai contoh, dalam pembelajaran guru/dosen dapat memanfaatkan internet sebagai sumber pembelajaran dalam mendukung tercapainya kompetensi suatu mata kuliah. Permasalahan yang muncul yaitu sulitnya mengidentifikasi dan mengaitkan antar materi serta melakukan pencarian sumber pembelajaran terbuka. Sulitnya mencari sumber pembelajaran terbuka karena sumber pembelajaran terbuka tersebut dipublikasikan melalui situs yang berbeda-beda(Dantes & Arthana, 2016). Sumber pembelajaran yang digunakan secara bebas yang dimanfaatkan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan disebut dengan Sumber Pembelajaran Terbuka atau Open Educational Resource (OER). OER dapat berupa materi, modul, buku teks, video, materi interaktif seperti simulasi dan bahan pendidikan lainnya. OER telah didukung Pemerintah Indonesia dalam Undang-Undang No 12 Tahun 2012 Tentang Pengembangan Perguruan Tinggi pasal 79 ayat 4 menyebutkan Pemerintah mengembangkan sumber pembelajaran terbuka yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh Sivitas Akademika. Adapun penelitian pengembangan yang sedang dikembangkan terkait OER adalah Garda Sumber Pembelajaran Terbuka Indonesia (Garsupati). Garsupati merupakan satu sistem OER dimana dalam sistem tersebut pengguna dapat mencari sumber pembelajaran dan materi-materi yang saling berkaitan. Agar developer dapat menganalisa kebutuhan pengguna ketika menggunakan sistem Garsupati, penting dilakukan Feasibility Study untuk mengetahui bagaimana penerimaan pengguna terhadap sistem tersebut sehingga pengembangan sistem layak dilaksanakan. Sebelum sistem dikembangkan penting untuk mengetahui apakah konsep dari sistem yang dikembangkan dapat diterima atau tidak. Untuk mengetahui tingkat penerimaan calon pengguna terhadap sistem yang akan dikembangkan dapat diukur menggunakan salah satu pendekatan teori penerimaan dan penggunaan terhadap suatu teknologi. Salah satu cara untuk mengukur penerimaan teknologi yaitu UTAUT. TAM dan UTAUT merupakan model penerimaan teknologi yang paling sering digunakan. TAM dikembangkan untuk menjelaskan perilaku pengguna sistem informasi atau teknologi yang menempatkan faktor sikap dan tiap-tiap perilaku pemakai dengan konstruk yaitu persepsi kegunaan (perceived usefulness), kemudahan penggunaan (perceived ease of use) dan kondisi nyata pengguna sistem (actual system usage). Sedangkan metode