Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 5 No. 1 Mei 2014: 33-40______________________ISSN 2087-4871 Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan, IPB__________________________ E-mail: jurnalfpik.ipb@gmail.com EFEKTIVITAS PENANGKAPAN LAYUR (Trichiurus sp.) MENGGUNAKAN UMPAN BUATAN HAIRTAILS FISHING (Trichiurus sp.) EFFECTIVENESS USING ARTIFICIAL BAIT Julius Mose Rahaningmas 1 , Gondo Puspito 2 , Diniah 2 , Ronny I Wahju 2 1 Program Studi Teknologi Perikanan Laut, Sekolah Pascasarjana 2 Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor Korespondensi : jumora@yahoo.com ABSTRACT Hairtail fshing (Trichiurus sp) in Palabuhanratu using handline is highly dependent on fshing bait. The bait which is usually used by fshermen is natural bait which is a piece of trash fsh. The purpose of this research is to fnd bait alternative as a replacement of natural bait for hairtail fshing. Three type of baits used in this research were natural bait as a control, artifcial bait and combination between natural and artifcial bait. The aims of this research are to prove that artifcial baits can increas the catch and to determine the effective time for handline fshing operations. Three kinds of baits were operated at the same time on a single unit of handline fshing boats for 22 days.The research using comparative descriptive analysis and statistical analysis completely randomized design (RAL). The results showed that combination bait can capture 453 hairtails or 52% of the total catch which is more than artifcial bait that catch 223 hairtails 25% and natural bait that catch 203 hairtails 23%. The best time of the capture is between 05:00 am to 07:00 am that catch 379 hairtail or 43% of the total catch, and then at 07.00 am to 09:00 am and 09:00 am to 11:00 am, each captured 298 fsh 34%, and 202 fsh 23%. Keywords: artifcial bait, hairtails, handline , Palabuhanratu ABSTRAK Penangkapan layur (Trichiurus sp.) di Palabuhanratu dengan pancing ulur sangat tergantung pada umpan. Jenis umpan yang biasanya digunakan nelayan adalah umpan alami berupa potongan ikan rucah. Penelitian ini mencoba mencari alternatif penggunaan umpan sebagai pengganti umpan alami untuk menangkap layur. Tiga jenis umpan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu umpan alami sebagai kontrol, umpan buatan dan campuran antara umpan alami dan buatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa umpan buatan dapat digunakan untuk membantu meningkatkan jumlah hasil tangkapan dan menentukan waktu efektif operasi penangkapan pancing ulur. Ketiga jenis umpan dioperasikan secara bersamaan di atas satu unit perahu pancing ulur selama 22 hari. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif komparatif dan analisis statistik rancangan acak lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa umpan campuran dapat menangkap layur sebanyak 453 ekor atau 52% dari jumlah total hasil tangkapan lebih banyak dibandingkan dengan umpan buatan yang menangkap 223 ekor atau 25% dan umpan alami 203 ekor atau 23%. Waktu penangkapan terbaik adalah antara pukul 05:00-07:00 WIB yang menghasilkan layur sebanyak 379 ekor atau 43% dari total hasil tangkapan, kemudian pukul 07:00-09:00 WIB dan 09:00-11:00 WIB, masing-masing berjumlah 298 ekor atau 34%, dan 202 ekor atau 23%. Kata kunci: layur, Palabuhanratu, pancing ulur, umpan buatan