73 Jurnal Dedikasi, Vol. 22, No. 1, April 2020 Orientasi kewirausahaan terhadap keberlanjutan usaha kerajinan pandai besi di Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Sidrap Herminawaty Abubakar 1 , Nurhidayanti S. 2 1 Fakultas Ekonomi, Universitas Bosowa 2 STIM Lasharan Jaya Abstract. The existence of traditional blacksmith craftsmen in Tellu Limpoe Subdistrict, Sidra p Regency is now threatened with being displaced by machine technology. Constraints faced by blacksmith craftsmen are raw materials and equipment that are still traditional, capital production costs, raw materials that are difficult to obtain, have not been able to take advantage of advances in information and technology a nd market competition. The production technology used by blacksmiths is still conventional and is a hereditary skill, as well as the design has not been market oriented, so the quality of the products produced cannot compete especially with simila r products produced by industries that have used modern technology. This service aims to improve the welfare of bla cksmith craftsmen and the community in Tellu Limpoe District so that this handicraft business can survive amid competition in factory production. The method used in this service is in the form of socialization, training, mentoring and guidance of blacksmith craftsmen. The results of devotion in the form of mindset changes, increased managerial skills and increased income of blacksmith craftsmen. Keywords: increased income, entrepreneurial orientation, blacksmith's craft I. PENDAHULUAN Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan kelompok usaha yang paling dapat bertahan ketika krisis ekonomi melanda negeri ini. Perkembangan jumlah unit usaha kecil menengah yang terus meningkat, tentunya akan dapat mem- buka lapangan kerja yang besar. Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan bagian dari usaha nasional yang berperan penting dalam mewujudkan tujuan pembangunan nasional. UMKM juga dapat dianggap sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional dan regional (daerah), karena berpotensi alam memberdayakan semua sumber daya yang ada dan mendorong tumbuhnya pengembangan kewirausahaan. Peran- an UMKM di Indonesia yaitu: (1) peningkatan kesempatan kerja, (2) pemerataan pendapatan, (3) pembangunan ekonomi pedesaan, (4) peningkatan ekspor nonmigas dan (5) berkontribusi terhadap peningkatan PDB (Tambunan, 2009). Pemerintah memberi perhatian yang sangat besar terhadap perkembangan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM). Tidak saja jumlah UMKM di Indonesia mendominasi, tetapi juga UMKM dapat lebih bertahan dari terpaan krisis global. Berbagai inisiatif selalu diusahakan oleh pemerintah melalui pemerintah melalui Kementeri- an Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah agar semakin banyak individu mau menekuni dunia wirausaha dalam bentuk pendirian UMKM. UMKM menyediakan kesempatan kerja yang sangat besar, sehingga UMKM di Indonesia memerlukan perhatian khusus agar dapat terus tumbuh dan mengembangkan usahanya. Namun demikian usaha kecil ini masih dipandang sebagai usaha yang lemah kinerjanya. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi kinerja UMKM diantaranya faktor lingkungan bisnis eksternal seperti kebijakan pemerintah, kekuatan hukum dan politik, teknologi, sumber daya, pesaing, selera pelanggan, dan pengelolaan perusahaan. Faktor yang menghambat keberhasilan suatu usaha dipengaruhi oleh: a) usaha dikelola oleh manajer yang kurang mampu dan kurang berpengalaman dalam menjalankan tugas, b) lemahnya sistem kontrol/pengawasan (Ardiansyah, 2017). Industri kecil juga tak terlepas dari pemanfaatan sumber daya yang ada baik itu sumber daya