30 November 2017 PROSIDING SKF 2017 Pengembangan Video Pembelajaran Flipped classroom Pada Materi Dinamika Rotasi Berbasis STEM Septian Ulan Dini 1,a) , Nengah Maharta 1,b) dan Wayan Suana 1,c) 1 Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung, Jl. Prof. Dr. Soemantri Brojonegoro no. 1 Bandarlampung, Indonesia, 35145 a) septianulandini@gmail.com (corresponding author) b) nengahmahartafkip@gmail.com c) wsuane@gmail.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana karakteristik dan kelayakan produk hasil pengembangan berupa video pembelajaran flipped classroom pada materi dinamika rotasi berbasis STEM. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan. Model pengembangan yang digunakan mengacu pada prosedur Borg & Gall yang disederhanakan oleh Tim Puslitjaknov. Data uji kelayakan media video dikumpulkan melalui teknik non tes dengan instrumen angket yang ditujukan untuk ahli materi fisika, ahli media pembelajaran dan siswa. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil yang diperoleh pada penelitian pengembangan ini adalah: 1) video pembelajaran flipped classroom pada materi dinamika rotasi berbasis STEM yang memiliki karakteristik dan struktur sesuai ciri-ciri STEM seperti Science and Engineering Practice, Mathematical Practice dan Technology Practice yang terintegrasi dalam siklus Problem Based Learning yaitu video sebagai penampil masalah dan pemicu siswa memecahkan masalah, video sebagai sumber informasi dan video sebagai media penjelasan dan penyelesaian masalah, 2) video pembelajaran yang telah sampai pada tahap uji coba lapangan skala kecil dengan skor kelayakan 0,83 yang menyatakan video pembelajaran flipped classroom pada materi dinamika rotasi berbasis STEM sangat layak untuk digunakan pada skala yang lebih luas. Kata-kata kunci: Video Pembelajaran, Flipped Classsroom, STEM, Dinamika Rotasi, Pengembangan PENDAHULUAN Reformasi di bidang pendidikan telah dilakukan di beberapa negara maju, seperti halnya Amerika Serikat. Mereka mengembangkan pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) sebagai suatu solusi untuk menghadapi tantangan pada abad 21 ini [1]. Penerapan pendidikan STEM menuntut adanya perubahan setting dan bentuk tersendiri yang berbeda dengan pembelajaran konvensional. Salah satu model pembelajaran yang dipandang sejalan dengan pendidikan STEM adalah Problem Based Learning (PBL). Problem Based Learning menekankan kepada siswa untuk memecahkan masalah menggunakan cara- cara ilmiah dimana guru membimbing siswa dalam menentukan proses pemecahan dan identifikasi solusi sementara dari masalah tersebut. Berdasarkan wawancara yang dilakukan kepada guru mata pelajaran fisika di SMA Negeri 1 Bandarlampung ternyata terdapat beberapa kendala penerapan pendidikan STEM dalam pembelajaran, di antaranya persiapan yang diperlukan harus lebih matang, waktu pembelajaran harus lebih panjang dan media pembelajaran yang mefasilitasi pembelajaran STEM masih terbatas. Kendala tersebut dapat diatasi dengan melakukan pembelajaran di luar jam sekolah. Pembelajaran dapat dilakukan secara mandiri oleh siswa dengan menerapkan kemampuan berpikir dipandu media yang tepat. Hal ISBN: 978-602-61045-3-3 231