Trad. Med. J., May 2014 Vol. 19(2), p 49-54 ISSN : 1410-5918 Traditional Medicine Journal, 19(2), 2014 49 Submitted : 12-03-2014 Revised : 30-03-2014 Accepted : 02-05-2014 ANTIANEMIA ACTIVITY OF Parkia speciosa Hassk SEED ETHANOLIC EXTRACT UJI AKTIVITAS ANTIANEMIA EKSTRAK ETANOLIK BIJI Parkia speciosa Hassk Shella Nursucihta, Hanifah Ataina Thaiāin, Denade Mawlidya Putri, Dwijayanti Ngesthi Utami and Andayana Puspitasari Ghani* ) Faculty of Pharmacy Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia ABSTRACT Iron deficiency anemia is occurred due to lack of iron within the body, so that the amount of iron for erythropoiesis does not meet the requirement. Petai (Parkia speciosa Hassk) which is widespread in Indonesian archipelago, contain high existence of iron is supposed to be able to increase hemoglobin level in white mouse blood (Rattus norvegicus). The research was carried out by using petai from Wonosari whose made to dry extract by using freezedryer. Petai seed extract (Parkia speciosa Hassk.) injected to Wistar rat (Rattus norvegicus). Data analysis was using One Sample t-Test and ANOVA test in order to find out the effect of the doses towards pharmacological effect. The result showed that petai seed extract (Parkia speciosa Hassk) gave effect towards the enhancement of hemoglobin level (Hb) within white mouse blood (Rattus norvegicus). However, the optimum dosage was not able to be determined yet. Keywords : Petai (Parkia speciosa Hassk), hemoglobin level, anemia ABSTRAK Anemia defisiensi besi terjadi karena kurangnya zat besi dalam tubuh, sehingga kebutuhan Fe untuk eritropoesis tidak cukup. Petai (Parkia speciosa Hassk.) merupakan tanaman yang tersebar luas di Nusantara, dengan kadar zat besi yang tinggi diduga dapat meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian dilakukan dengan menggunakan petai dari Wonosari dan dibuat menjadi ekstrak kering dengan alat freezedryer. Ekstrak biji petai (Parkia speciosa Hassk.) dipejankan pada tikus putih (Rattus norvegicus) bergalur Wistar. Analisis data menggunakan One Sample t-Test dan uji ANOVA untuk mengetahui pengaruh dosis terhadap efek farmakologis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak biji petai (Parkia speciosa Hassk.) memberikan pengaruh terhadap peningkatan kadar Hemoglobin (Hb) dalam darah tikus putih (Rattus norvegicus) namun belum dapat ditentukan dosis ekstrak yang paling optimum. Kata kunci: Petai (Parkia speciosa Hassk.), Kadar Hemoglobin, Anemia. PENDAHULUAN Indonesia memiliki prevalensi anemia defisiensi zat besi pada bayi dan anak cukup tinggi (Soegijanto, 2004). Padahal besi merupakan suatu unsur terbanyak pada lapisan kulit bumi, akan tetapi defisiensi besi merupakan penyebab anemia yang tersering. Hal ini disebabkan tubuh manusia mempunyai kemampuan terbatas untuk menyerap besi dan seringkali tubuh mengalami kehilangan besi yang berlebihan yang diakibatkan perdarahan. (Hoffbrand, et al., 2005) Anemia Gizi Besi (AGB) adalah anemia yang disebabkan oleh kurangnya zat besi dalam tubuh, sehingga kebutuhan zat besi (Fe) untuk Corresponding author : Andayana Puspitasari Ghani E-mail: andayana_p@yahoo.com eritropoesis tidak cukup. AGB ditandai dengan gambaran sel darah merah hipokrom- mikrositer, kadar besi serum (Serum iron = SI) dan transferin jenuh menurun, Kapasitas ikat besi total (Total Iron Binding Capacity = TIBC) meninggi dan cadangan besi dalam sumsum tulang serta ditempat yang lain sangat kurang atau tidak ada sama sekali (Fairbanks, et al., 1998; Lee, et al., 2006). Faktor yang mempengaruhi rendahnya kadar hemoglobin adalah makanan yang dikonsumsi setiap hari sedikit mengandung zat besi, adanya zat penghambat dalam penyerapan zat besi yaitu parasit dalam tubuh dan kehilangan darah yang cukup banyak. Dalam keadaan normal tubuh manusia dapat menyerap 5-10% zat besi dan orang yang kekurangan dapat menyerap 10-