E-Jurnal Matematika Vol. 8(1), Januari 2019, pp.64-73 ISSN: 2303-1751 DOI: https://doi.org/10.24843/MTK.2019.v08.i01.p236 64 PETA KENDALI EWMA RESIDUAL PADA DATA BERAUTOKORELASI Ni Kadek Yuni Dewiantari 1§ , I Wayan Sumarjaya 2 , G.K. Gandhiadi 3 1 Program Studi Matematika, Fakultas MIPA - Universitas Udayana [Email: kadekyuni48@gmail.com] 2 Program Studi Matematika, Fakultas MIPA - Universitas Udayana [Email: sumarjaya@unud.ac.id ] 3 Program Studi Matematika, Fakultas MIPA - Universitas Udayana [Email: gandhiadi@unud.ac.id ] § Corresponding Author ABSTRACT Control charts with autocorrelation can be overcome by creating control chart with residuals from the best forecasting model. EWMA control chart is a alternative to the Shewhart control chart when detecting small shifts. The purpose of this study is to make the best forecasting model to obtain residual, and see the stability of the rupiah exchange rate against US dollar using EWMA control chart with residual. The best model of the case is ARIMA (1,1,1). The results of the EWMA residual control chart with λ = 0.1 there is a pattern that makes the process unstable. Keywords: Control Chart, EWMA, Time Series, Rupiah Exchange Rate 1. PENDAHULUAN Produk dan jasa yang berkualitas baik adalah produk dan jasa yang sesuai dengan keinginan konsumen (Ariani, 2004). Peningkatan kualitas adalah pengurangan variabilitas (kesalahan) dalam proses dan produk. Hal ini menyiratkan bahwa jika variabilitas yang terjadi menurun, maka kualitas produk meningkat (Montgomery, 2005). Pengendalian kualitas tidak hanya diaplikasikan pada bidang industri, namun juga bidang lain seperti bidang kimia, farmasi, dan keuangan. Sebagai contoh dalam bidang keuangan yaitu pengendalian nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Menurut Bank Indonesia (2017) kestabilan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing berpengaruh terhadap perekonomian di Indonesia. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar dapat menimbulkan beberapa hal antara lain: meningkatnya nilai suku bunga yang berdampak pada perubahan investasi di Indonesia, terjadinya inflasi yang menyebabkan harga-harga meningkat secara umum, dan permasalahan ekonomi lainnya. Melihat dampak dari nilai tukar rupiah terhadap perekonomian di Indonesia, maka pergerakan nilai tukar rupiah harus dipantau dan dikendalikan. Statistical process control (SPC) merupakan pengendalian kualitas statistika dengan memantau dan mengendalikan sebuah proses produksi. Salah satu alat SPC adalah peta kendali. Peta kendali merupakan alat SPC yang digunakan untuk membedakan adanya variasi dari sebab umum (common causes) dan sebab khusus (assignable causes). Variasi dari sebab khusus biasanya berada di luar batas pengendali dan sebab umum berada di dalam batas pengendali. Peta kendali juga memperlihatkan apakah suatu proses dalam keadaan stabil atau tidak. Proses yang stabil (terkendali) menandakan kualitas produk yang baik (Ariani, 2004). Peta kendali pada umumnya dibentuk berdasarkan asumsi kebebasan atau berdistribusi normal pada data observasi. Namun, dalam kenyataannya data tidak selalu berdistribusi normal dan terjadi proses autokorelasi, sehingga keadaan ini akan berpengaruh terhadap pembuatan peta kendali. Asumsi tersebut tentunya harus dipenuhi agar peta kendali yang dihasilkan tidak menimbulkan hasil yang keliru.