MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2021. 7(2): 1295-1308 1295 PEMASARAN KOPI PADA ERA KE TIGA DI KABUPATEN KUNINGAN COFFEE MARKETING IN THE THIRD ERA IN KUNINGAN REGENCY Wachdijono * , Akhmad Jaeroni Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian, Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon Jalan Raya Pemuda 32 Cirebon 45132 *E-mail: wadiono1113@gmail.com (Diterima 15-04-2021; Disetujui 03-06-2021) ABSTRAK Pemasaran kopi pada era ketiga ditandai dengan gejala-gejala yang mengarah pada sinergitas subsistem-subsistem dalam agribisnis kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan indikator-indikator pemasaran kopi pada era ketiga di Kabupaten Kuningan. Penelitian menggunakan metode deskriptif. Populasi terdiri atas empat unsur, yaitu: petani kopi, pengolah kopi, penyaji kopi dan konsumen kopi. Besar sampel ditentukan secara sengaja, yaitu: petani kopi sebanyak 60 orang, pengolah kopi 30 orang, penyaji kopi 15 orang, dan konsumen kopi 50 orang. Waktu penelitian selama bulan Agustus–November 2020. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pemasaran kopi pada era ke tiga di Kabupaten Kuningan belum tersinergi diantara subsistem sehingga indikator-indikatornya belum terpenuhi secara optimal, yang mengakibatkan kemanfaatan/peluang laba yang ada dalam agribisnis kopi ini belum diperoleh secara proporsional. Untuk itu diperlukan sinergitas yang lebih kuat diantara subsistem agribisnis yang diprakarsai oleh Dinas Perkebunan setempat. Kata kunci: agribisnis, indikator, kopi, pemasaran era ketiga, sinergitas ABSTRACT Coffee marketing in the third era was marked by symptoms that led to the synergy of the subsystems in the coffee agribusiness. This study aims to describe the indicators of coffee marketing in the third era in Kuningan Regency. This research uses descriptive method. The population consists of four elements, namely: coffee farmers, coffee processors, coffee presenters and coffee consumers. The sample size was determined intentionally, namely: 60 coffee farmers, 30 coffee processors, 15 coffee presenters and 50 coffee consumers. Research time during August– November 2020. The results of the study conclude that the marketing of coffee in the third era in Kuningan Regency has not been synergized among the subsystems so that the indicators have not been fulfilled optimally, which results in the benefits/profit opportunities that exist in coffee agribusiness that have not been obtained proportionally. For this reason, a stronger synergy is needed between the agribusiness subsystems initiated by the local Plantation Service. Keywords: agribusiness, indicators, coffee, synergy, third era marketing PENDAHULUAN Kopi adalah produk pertanian yang dalam satu tahun ini menjadi bahan perbincangan oleh banyak kalangan, terutama: akademisi, praktisi dan pemerintah. Tingginya perhatian kepada kopi, tidak terlepas dari beberapa faktor, antara lain: cita rasa, sejarah, nilai ekonomi, budidaya, kualitas, petani dan industri kopi yang sangat berkembang pada dewasa ini. Selain itu, juga faktor nilai manfaat yang terkandung dalam