Farmaka Volume 15 Nomor 3 153 REVIEW: AKTIVITAS ANTIVIRUS EKSTRAK LIMA TANAMAN RIMPANG TERHADAP PENGHAMBATAN VIRUS INFLUENZA H5N1 DENGAN METODE IN VITRO Nailah Nurjihan Ulfah, Mutakin Mutakin Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran Bandung Jln. Raya Bandung Sumedang Km.21 Jatinangor Kabupaten Sumedang 45363 Jawa barat Ulfahijah@gmail.com ABSTRAK Penyakit influenza adalah salah satu penyakit mematikan didunia terutama influenza A atau yang lebih dikenal dengan flu burung. Pencegahan dan pengobatan penyakit ini telah dilakukan guna memperkecil risiko angka kematian yang meningkat, diantaranya dengan obat obatan golongan inhibitor neuraminidase dan obat golongan adamante. Selain itu, dilakukan pencegahan dengan vaksin influenza. Namun, penggunaan obat obatan dan vaksin tersebut hingga sekarang tidak efekftif karena menimbulkan resistensi akibat dari pertumbuhan virus yang cepat. Perkembangan penelitian telah dilakukan pada rimpang tanaman yang memiliki aktivitas untuk menghambat infeksi virus seperti temu giring (Curcuma heyneana), lengkuas (Alpinia galanga), kunyit (Curcuma longa), jahe merah (Zingiber officinale), dan temu ireng (Curcuma aeruginosa). Pengujian dilakukan dengan cara dibuat suspensi virus H5N1 kemudian diinokulasikan pada TAB diruang korioalantois. Setelah itu, telur ayam diamati selama tiga hari melihat ada tidaknya kematian embrio. Selanjutnya, alantois dipanen untuk diuji titer hemaglutinasinya (HA). Hasil menunjukkan bahwa minyak atsiri jahe merah dan senyawa aktif kurkumin dari kunyit mempunyai nilai titer paling rendah dari kontrol positif yang berarti memiliki potensi antivirus tertinggi diantara tanaman lainnya. Oleh karena itu, penggunaan kunyit dan minyak atsiri jahe merah dapat manjadi alternatif untuk pengambat virus influenza. Kata Kunci: Virus Influenza, Virus Flu Burung, Tanaman Rimpang, Hemaglutinasi test ABSTRACT Influenza is the deadliest diseases in the world especially influenza A (H5N1). Prevention and treatment of this disease have been done including with drugs of neuraminidase inhibitors, adamante medications, and vaccine. However, the use of drugs and vaccines until now is not effective because it causes resistance resulting from rapid growth of the virus. The development of the research has been done on rhizome plants that have activities to inhibit viral infections such Curcuma heyneana, Alpinia galanga, Curcuma longa, Zingiber officinale, Curcuma aeruginosa. The test was performed with made the virus suspension that was innoculated with TAB in corioalantois space. Then, the alantois drom egg chicken was harvested for HA test. The results show that the red ginger essensial oil and the curcumin have the lowest titer value of positive control which means it has the highest antiviral potential. Therefore, the use of turmeric and essential oil of red ginger can be an alternative for influenza virus inhibitors. Keywords: Influenza Virus, Rhizome Plants, Hemagglutination test Pendahuluan Influenza merupakan suatu virus yang banyak ditemukan di dunia. Virus influenza adalah suatu virus RNA yang sering menimbulkan banyaknya kematian akibat laju mutasi nya yang sangat cepat [8] [4] .