Jurnal Riset Komputer (JURIKOM), Vol. 6, No. 4, Agustus 2019 ISSN 2407-389X (Media Cetak) Hal: 429-433 http://ejurnal.stmik-budidarma.ac.id/index.php/jurikom |Page 429 Analisis Pengembangan Aplikasi Augmented Reality Untuk Pengenalan Organ Pernapasan Manusia Ayu Lestari, Anggy Trisnadoli * , Meilany Dewi Jurusan Teknologi Informasi, Politeknik Caltex Riau, Pekanbaru, Indonesia email: 1 ayu13ti@mahasiswa.pcr.ac.id, 2* anggy@pcr.ac.id, 3 meilany@pcr.ac.id Abstrak Organ pernapasan manusia merupakan alat yang sangat vital dalam tubuh manusia. Namun sampai saat ini media pembelajaran kebanyakan hanya menggunakan torso sebagai alat peraga, modul pembelajaran dan gambar untuk menampilkan objek organ pernapasan kepada siswa. Selain itu juga tidak memungkinkan untuk melihat beberapa objek tersebut secara langsung. Salah satunya seperti materi pembelajaran pernapasan manusia. Pernapasan atau yang disebut dengan respirasi merupakan suatu peristiwa tubuh kekurangan oksigen (O2) kemudian oksigen yang berada di luar tubuh dihirup (inspirasi) melalui organ-organ pernapasan. Namun demikian tidak banyak dari siswa yang mengetahui organ pernapasan manusia itu sebenarnya. Sebagian hanya mengetahui dari media gambar seperti buku ensiklopedia. Dengan adanya teknologi Augmented Reality akan sangat berguna untuk proses pengenalan organ pernapasan manusia dalam bentuk objek tiga dimensi. Aplikasi organ pernapasan manusia membantu anak-anak agar dapat belajar mandiri di rumah sehingga anak-anak dapat belajar secara detail tentang organ-organ pernapasan manusia. Untuk itu dibuatlah sebuah Augmented Reality pengenalan organ pernapasan manusia berbasis Android sebagai media pembelajaran pengganti gambar serta buku yang akan menampilkan organ pernapasan manusia beserta informasi yang berkaitan di dalamnya. Dengan aplikasi ini diharapkan dapat lebih mengenalkan organ pernapasan kepada siswa sekolah dasar secara lebih real dalam bentuk tiga dimensi. Peneliti merancang dan membangun aplikasi augmented reality Edukasi dengan metode Markerless Augmented Reality. Aplikasi dibangun dengan menggunakan Blender sebagai modeling, Adobe Photoshop, Audacity, Unity3D, Visual Studio, Vuforia SDK untuk membentuk Augmented Reality. Kata Kunci: Organ Pernapasan Manusia, Augmented Reality, Tiga Dimensi, Markerless, Android. Abstract A human respiratory organ is a vital tool in the human body. But until now most learning media only use torso as a teaching aid, learning module and pictures to display objects of respiratory organs to students. It is also not possible to see some of these objects directly. One of them is like human breathing learning material. Breathing or so-called respiration is an event that the body lacks oxygen (O2) and then oxygen outside the body is inhaled (inspired) through the respiratory organs. However, not many students know the human breathing organ is actually. Some only know from media images such as encyclopedia books. The existence of Augmented Reality technology will be very useful for the process of recognition of human respiratory organs in the form of three-dimensional objects. The application of human respiratory organs helps children to be able to learn independently at home so that children can learn in detail about the human respiratory organs. For this reason, an Augmented Reality introduction to human respiratory organs based on Android was made as a substitute for learning media for pictures and books that will display human respiratory organs and related information in them. With this application, it is expected to be able to introduce breathing organs to elementary school students in a more real form in three dimensions. Researchers design and build Educational augmented reality applications with the Markerless Augmented Reality method. The application is built using Blender as modeling, Adobe Photoshop, Audacity, Unity3D, Visual Studio, Vuforia SDK to form Augmented Reality. Keywords: Human Respiratory Organs, Augmented Reality, Three Dimensions, Markerless, Android. 1. PENDAHULUAN Dewasa ini, perkembangan teknologi telah memasuki segala bidang kehidupan tidak terkecuali bidang pendidikan. Adapun sistem pembelajaran hingga perangkat pembelajaran telah dipengaruhi oleh teknologi. Namun sampai saat ini media pembelajaran kebanyakan hanya menggunakan torso sebagai alat peraga, modul pembelajaran dan gambar untuk menampilkan objek organ pernapasan kepada siswa. Selain itu juga tidak memungkinkan untuk melihat beberapa objek tersebut secara langsung. Salah satunya seperti materi pembelajaran pernapasan manusia. Pernapasan atau yang disebut dengan respirasi [11] merupakan suatu peristiwa tubuh kekurangan oksigen (O2) kemudian oksigen yang berada di luar tubuh dihirup (inspirasi) melalui organ-organ pernapasan. Namun demikian tidak banyak dari siswa yang mengetahui organ pernapasan manusia itu sebenarnya. Sebagian hanya mengetahui dari media gambar seperti buku ensiklopedia. Dengan adanya teknologi Augmented Reality akan sangat berguna untuk proses pengenalan organ pernapasan manusia dalam bentuk objek tiga dimensi. Aplikasi organ pernapasan manusia membantu anak-anak agar dapat belajar mandiri di rumah sehingga anak-anak dapat belajar secara detail tentang organ-organ pernapasan manusia. Permasalahan tersebut bisa diatasi dengan manggunakan media pembelajaran hasil gabungan teknologi cetak dan komputer dapat diwujudkan denga teknologi Augmented Reality (AR).