STUDI METAXENIA PADA BUAH PEPAYA GENOTIPE IPB 9 METAXENIA STUDIES ON PAPAYA FRUIT GENOTYPE IPB 9 Winarso D. Widodo, Sriani Sujiprihati, Nurul Febrianti Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian - IPB Kampus IPB Darmaga Bogor e-mail korespondensi:wd_widodo@yahoo.com ABSTRAK 77 Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Institut Pertanian Bogor, Tajur pada bulan Oktober 2009 sampai Maret 2010. Dalam percobaan ini digunakan genotipe pepaya IPB 9 sebagai induk betina dan genotipe IPB I, 3 IPB, dan IPB 4 sebagai penyerbuk. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh metaxenia pada pepaya. Bunga tanaman induk betina diserbuki secara dengan serbuk sari sendiri dan dengan serbuk sari penyerbuk. untuk membentuk buah. efek Metaxenia dianalisis dengan mengukur kualitas fisik dan kimia dari buah matang dari pohon induk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dari peubah-peubah yang diamati pada semua buah hasil perlakuan pep.yerbukan, yang menunjukkan tidak terdapat pengaruh metaxenia ada pada buah papaya genotipe IPB 9. Kata-kata Kunci: Pollinator, Pollen, Genotipe.IPB 9, Pepaya, Qualitas Fisik, Qualitas kimia ABSTRACT This study was conducted at the Tajur Experimental Field of Bogor Agricultural University, in October 2009 tc? March 2010. In this experiment we used papaya genotype IPB 9 as mother plant and genotype IPB 1, IPB 3, and IPB.4: as pollinators. This experiment was aimed to study metaxenia effect on papaya. Mother plant flowers were pollinated with pollen of pollinators to form fruit. Metaxenia effects were analyzed by measuring physical and chemical qualities of the ripen mother plant fruits. The results showed that there was no significant differences between the observed variables in all treatments of pollination, that indicate there is no metaxenia effects on fruits of papaya genotype IPB 9. Key Words: Pollinator, Pol/en, Genotype IPB 9, physical quality, chemical quality. PENDAHULUAN Pepaya Indonesia menempati urutan kelima dalam produksi dunia. Besarnya produksi pepaya di Indonesia karena pepaya mempunyai beberapa keistimewaan dibandingkan tanaman buah- buahan lainnya, yaitu mudah dibudidayakan, cepat berproduksi, buahnya tersedia sepanjang tahun, dan tidak memerlukan lahan luas sehingga dapat ditanam di pekarangan rumah. Namun demikian sifat pohon papaya yang heterogen (pohon jantan, betina dan hermafrodit) membuat buah papaya menjadi beragam dan sifat penyerbukannya yang terbuka sangat memungkinkan terjadinya fenomena metaxenia. Xenia merupakan pengaruh langsung dari bunga jantan (genotipe serbuk sari) pada biji, lapisan luar embrio dan endosperm buah. Pengaruh langsung dari bunga jantan terhadap perkembangan buah terjadi dengan sangat tepat, nyata terlihat, dan sangat bervariasi tergantung pada kesuburan dari bunga jantan yang digunakan untuk menyerbuki bunga betina. Setiap bunga jantan yang digunakan akan menunjukkan pengaruh yang berbeda satu sama lain pada varietas tanaman Pro.fiding Seminar Nasional Hortikullura - InOOne-.ia 2010 Perillmpunan Harlikul/ura Indonesia .. Universi/a.. Udayana