16 INTERPRETASI RELIEF GANDAWYUHA DI CANDI BOROBUDUR (Studi Kasus Relief Gandawyuha Dinding Lorong II) Hari Setyawan, Panggah Ardiyansyah, Dhanny Indra Permana, Mura Aristina, Irawan Setiyawan Balai Konservasi Borobudur sivanata_raja@yahoo.com ABSTRAK Relief naratif pada Dinding dan Pagar Langkan Candi Borobudur merupakan salah satu atribut dari Warisan Dunia Kompleks Candi Borobudur (Borobudur Temple Compound). Relief tersebut adalah implementasi dari naskah keagamaan Buddha yang dipelajari oleh pendukung budaya Candi Borobudur. Relief Gandawyuha dipahatkan mulai lorong II hingga lorong IV dengan jumlah keseluruhan sebanyak 460 panil. Adapun Sutra Gandawyuha yang menjadi acuannya dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian, bagian pertama adalah adegan pembuka (Nidanaparivarta). Bagian kedua adalah perjalanan mengunjungi mitra-mitra handal. Selanjutnya adalah mengenai sepak terjang Maitreya (Maitreya-vimoksha). Bagian terakhir adalah tekad Samantabhadra mencari kebenaran hakiki dan disebut Bhadracari yang dapat dijumpai pada dinding lorong IV Candi Borobudur. Sudhana merupakan tokoh utama pada relief Gandawyuha di lorong II Candi Borobudur. Perjalanan Sudhana yang dipahatkan pada Candi Borobudur digambarkan dengan menunggang kuda, berjalan kaki, naik gajah, naik perahu untuk menjelajah ke berbagai tempat untuk berguru. Dalam Berbagai adegan Sudhana digambarkan sebagai sosok laki-laki dengan pakaian, perhiasan, lengkap dengan mahkota yang mewah, duduk menghadap guru dan orang-orang bijaksana. Metode interpretasi relief Gandawyuha dalam kajian ini dimulai dari mengumpulkan data reproduksi foto relief Gandawyuha pada lorong II Candi Borobudur. Penggunaan data sekunder berupa reproduksi foto akan memberikan gambaran yang lebih jelas untuk melakukan identifikasi relief. Identifikasi relief dilakukan pada 128 panil relief Gandawyuha pada lorong II Candi Borobudur. Sudhana dan Kalyanamitra merupakan tokoh utama yang diidentifikasi untuk melakukan interpretasi relief. Hasil interpretasi relief diperoleh berbagai gambaran dari perjalanan Sudhana menemui para mitra handal (kalyanamitra) yang mengisahkan tentang nilai pendidikan karakter. Nilai pendidikan karakter yang diperolah dari interpretasi relief Gandawyuha di antaranya adalah cinta Tuhan dan alam semesta, tanggung jawab, kemandirian, kejujuran, hormat dan santun, kasih sayang, kepedulian, kerjasama, percaya diri, kreatif, kerja keras, pantang menyerah, keadilan, kepemimpinan, rendah hati, dan toleransi Kata kunci : Candi Borobudur, Relief Gandawyuha, Pendidikan karakter. ABSTRACT The narrative reliefs on the walls and balustrade of Borobudur Temple are one of the attributes of the Borobudur Temple Compound as World Cultural Heritage. The relief is an implementation of Buddhist religious texts originating from India to be carved into the temple wall of Borobudur. One of the scientific content in the narrative reliefs of Borobudur Temple is as a means of interpreting natural and cultural conditions during the Old Javanese era of the VIII - X M. The Gandawyuha relief was carved from gallery II to gallery IV with a total of 460 panels. The Gandawyuha Sutra which is its reference can be grouped into several parts, the first part is the opening scene (Nidanaparivarta). The second part is a trip to visit reliable teacher. Next is Maitreya (Maitreya-vimoksha) 's activities. Whereas the last one is the determination of Samantabhadra and Bhadracari which can be found on the walls of the gallery IV of Borobudur Temple. Sudhana is the main character in the Gandawyuha relief in wall of gallery II of Borobudur Temple. Sudhana's journey carved into Borobudur Temple is described as riding a horse, walking, riding an elephant,