J. Solum Vol. IX No. 1 Januari 2012 : 1-14 ISSN: 1829-7994 1 PEMODELAN EROSI SERTA PREDIKSI ANGKUTAN SEDIMEN DAN HARA PADA SUB DAS BUKIT TINDAWAN DAS KURANJI KOTA PADANG Junaidi 1 , Yuzirwan Rasyid, Andri Ferdinan d 1 Soil Survey and Classification Laboratory, Andalas University Padang ABSTRACT Land use change from agricultural land into non-agricultural land such as for industries, streets, and others has increased erosion impact, nutrient and sediment in a watershed. That process had caused land degradation in a watershed, therefore, land productivity will decrease and even will cause flood during rainy season and drought during dry season. In order to find out what will happen if land use change takes part, a software using BASIC language was arranged. This software is aimed to simulate erosion process easier. This software uses USLE and Snyder in predicting erosion. Additionally, this software is also able to predict sediment delivery. Keywords : Software conservation, language BASIC. PENDAHULUAN Keberadaan sumber daya alam suatu negara sangat menentukan kelangsungan hidup penduduknya. Sumber daya alam, diantaranya tanah dan air telah tersedia dalam jumlah dan kegunaan yang cukup, namun perlu dilakukan tindakan pengelolaan yang tepat agar tetap lestari, seimbang dan berkesinambungan. Manusia merupakan komponen penting di dalam mengelola dan menggunakan sumber daya alam tersebut. Oleh sebab itu, kita harus memperhatikan kelestarian dan keseimbangannya agar tidak terjadi kerusakan. Tanah dan air merupakan sumberdaya alam pada Daerah Aliran Sungai (DAS) yang peka terhadap kerusakan. Kerusakan tanah dapat berupa kehilangan unsur hara dari perakaran, terkumpulnya unsur hara atau senyawa yang merupakan racun bagi tanaman, serta tererosi. Kerusakan air dapat berupa menurunnya kualitas air yang disebabkan oleh kandungan sedimen yang bersumber dari kerusakan tanah dan erosi serta pencemaran oleh limbah yang di buang ke sungai. Erosi tanah merupakan peristiwa penghancuran, pengikisan dan pengangkutan lapisan atas tanah oleh kekuatan pukulan butir hujan dan gesekan aliran. Faktor yang mempengaruhi erosi terutama iklim, tanah, topografi, vegetasi dan aktifitas manusia. Namun demikian tanpa campur tangan manusia erosi pun tetap berjalan secara alami tapi prosesnya berjalan dengan seimbang dengan pembentukan tanah. Dengan adanya gangguan manusia proses ini sering dipercepat sehingga kerusakan tanah yang kadang-kadang sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan seperti penurunan produktifitas tanah, banjir yang terjadi setiap tahunnya, merosotnya debit sungai dimusim kemarau dan meningkatnya kandungan lumpur dimusim hujan. Hal ini merupakan petunjuk kerusakan sumberdaya alam di daerah aliran sungai . Pengelolaan yang baik bagi kedua sumber daya alam tersebut sangat dibutuhkan agar pemanfaatannya dapat dilaksanakan secara optimum dan lestari. Aliran permukaan merupakan faktor utama penyebab kerusakan lahan dan daerah aliran sungai, baik melalui bahan–bahan yang terbawa oleh aliran permukaan maupun oleh aliran sungai. Bahan-bahan yang tersusupensi tersebut dapat dipakai sebagai indikator besarnya erosi yang terjadi di hulu. Kandungan sedimen tersuspensi pada daerah hilir dan kandungan unsur hara dari sedimen yang tersusupensi dapat pula 1